Rabu 01 Apr 2026 09:44 WIB

Usai Ramadhan dan Lebaran, Ini Cara Jaga Kesehatan dan Finansial Tetap Seimbang

Momen pasca-Lebaran dinilai tepat untuk kembali menata pola hidup sehat dan keuangan.

Pengunjung berwisata di ruang terbuka hijau (RTH) Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026). Taman Bendera Pusaka menjadi destinasi wisata baru ramah anak dan gratis yang dapat dimanfaatkan untuk berwisata pada hari libur lebaran idul fitri di Jakarta. Taman yang baru diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tersebut menyediakan sejumlah fasilitas seperti area jogging track, playground anak, kolam, lapangan basket, jembatan hingga lapangan padel.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung berwisata di ruang terbuka hijau (RTH) Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2026). Taman Bendera Pusaka menjadi destinasi wisata baru ramah anak dan gratis yang dapat dimanfaatkan untuk berwisata pada hari libur lebaran idul fitri di Jakarta. Taman yang baru diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tersebut menyediakan sejumlah fasilitas seperti area jogging track, playground anak, kolam, lapangan basket, jembatan hingga lapangan padel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kondisi kesehatan usai Ramadhan dan Lebaran perlu mendapat perhatian. Ramadhan dan Lebaran identik dengan jamuan bersama keluarga dan konsumsi makanan berlebih.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, Juwalita Surapsari, mengatakan perubahan pola makan, jam tidur, dan aktivitas selama Ramadhan dan Lebaran dapat berdampak pada kondisi tubuh.

Baca Juga

Peningkatan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama libur panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Sebagian orang dapat mengalami kenaikan berat badan, sementara yang lain—meskipun berat badan stabil—tetap berisiko mengalami peningkatan kadar kolesterol, gula darah, serta tekanan darah.

Juwalita menekankan pentingnya prinsip “Know Your Numbers” yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh.

“Seseorang dapat saja merasa sehat secara fisik. Namun, indikator kesehatannya belum tentu optimal. Bahkan, dapat mengalami gangguan metabolik. Deteksi dini melalui pemeriksaan berkala merupakan langkah preventif yang lebih cerdas dibandingkan pengobatan jangka panjang,” katanya dalam acara Halalbihalal “Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected” yang diadakan Sequis Life, Selasa (31/3/2026).

Data Profil Kesehatan Indonesia 2025 dari Kemenkes RI menunjukkan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas semakin meningkat pada kelompok usia muda, di rentang usia 16–30 tahun. Peningkatan ini dipicu pola konsumsi dan gaya hidup yang tidak sehat, termasuk rendahnya aktivitas fisik pada era digital.

Peningkatan tren penyakit pada usia muda merupakan peringatan bahwa risiko kesehatan dapat muncul lebih dini. Pasca-Lebaran dapat dimanfaatkan untuk kembali membangun pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

photo
Diskusi sekaligus Halalbihalal Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected yang diadakan Sequis Life di Jakarta, Selasa (31/3/2026). - (Dok Republika)
 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement