Selasa 10 Mar 2026 07:21 WIB

Karakter Hangat Vidi Aldiano Jadi Sorotan, Psikolog Soroti Pola Asuh

Anak yang dicintai apa adanya akan lebih mudah mengembangkan empatinya.

Penggemar dan warga mendoakan dan menabur bunga saat prosesi pemakaman mendiang penyanyi Oxavia Aldiano atau Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Ahad  (8/3/2026). Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) sore dalam usia 35 tahun setelah berjuang melawan sakit kanker selama beberapa tahun terakhir.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Penggemar dan warga mendoakan dan menabur bunga saat prosesi pemakaman mendiang penyanyi Oxavia Aldiano atau Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Ahad (8/3/2026). Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) sore dalam usia 35 tahun setelah berjuang melawan sakit kanker selama beberapa tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepergian penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Selain dikenal lewat karya musiknya, Vidi juga diingat sebagai sosok yang hangat, mudah bergaul, dan peduli terhadap orang-orang di sekitarnya.

Banyak rekan, sahabat, hingga penggemar menyebut bahwa ia selalu membawa energi positif dalam setiap lingkar pertemanannya. Bahkan, ia dijuluki Duta Persahabatan oleh kawan-kawannya.

Baca Juga

Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang sering muncul di kalangan orang tua. Yaitu bagaimana cara membesarkan anak agar tumbuh menjadi pribadi yang hangat, empatik, dan disayangi banyak orang?

Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi UI Vera Itabiliana Hadiwidjojo, menjelaskan karakter seperti itu biasanya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari lingkungan yang memberikan rasa aman secara emosional kepada anak sejak dini. “Karakter anak yang hangat dan peduli biasanya tumbuh dari lingkungan yang memberikan rasa aman secara emosional,” kata dia, dikutip dari Antara, Selasa (10/3/2026).

Menurut Vera, anak yang merasa diterima, dihargai, dan dicintai apa adanya akan lebih mudah mengembangkan empati terhadap orang lain. Lingkungan keluarga yang responsif terhadap perasaan anak menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter tersebut.

“Anak yang terbiasa diperlakukan secara empatik juga akan belajar menerapkan empati pada orang lain. Orang tua perlu mau mendengarkan dan memahami apa yang dirasakan anak,” Vera menjelaskan.

Salah satu konsep penting dalam perkembangan emosional anak adalah apa yang sering disebut sebagai 'tangki kasih sayang'. Vera menjelaskan, ketika tangki kasih sayang anak terisi cukup melalui perhatian, waktu bersama, sentuhan hangat, dan kata-kata yang penuh penerimaan, anak akan merasa aman secara emosional.

Rasa aman ini kemudian berpengaruh pada kepercayaan diri anak. “Anak yang demikian akan cenderung lebih percaya diri, berpikir positif terhadap orang lain dan lebih mampu menunjukkan empati serta kepedulian,” jelas dia.

Menariknya, Vera menegaskan keluarga yang harmonis bukan satu-satunya faktor yang dapat membentuk karakter anak menjadi hangat dan peduli. “Keluarga yang harmonis tentu membantu, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Banyak anak juga berkembang menjadi pribadi yang hangat karena dipengaruhi oleh figur signifikan lain dalam hidupnya.” Kata Vera.

Hal yang paling menentukan, menurut Vera, adalah keberadaan setidaknya satu figur dewasa yang benar-benar peduli dan mampu memberikan rasa aman serta penerimaan secara konsisten. “Kehadiran figur tersebut dapat menjadi fondasi yang kuat bagi perkembangan empati, kehangatan dan kepedulian pada orang lain,” katanya.

Dengan kata lain, karakter hangat yang membuat seseorang dicintai banyak orang bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Ia tumbuh dari relasi yang penuh penerimaan, perhatian kecil yang konsisten, serta kehadiran orang dewasa yang mampu menjadi tempat aman bagi anak untuk bertumbuh.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement