Jumat 20 Feb 2026 12:16 WIB

Cara Unik Gen Z Memandang Jenjang Karier

Gen Z memberi pandangan baru soal definisi sukses.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pekerja Gen Z (ilustrasi). Berdasarkan survei dari Deloitte, lebih fokus pada work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Foto: Republika/Daan Yahya
Pekerja Gen Z (ilustrasi). Berdasarkan survei dari Deloitte, lebih fokus pada work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemandangan di dunia kerja saat ini berubah. Jika dulu jabatan tinggi dan kursi manajerial dianggap sebagai puncak prestasi, generasi Z punya cara pandang yang berbeda.

Berdasarkan survei dari Deloitte, kelompok muda ini tidak lagi menempatkan posisi mentereng sebagai tujuan utama mereka. Mereka lebih fokus pada work-life balance atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Baca Juga

Hal ini dirasakan langsung oleh Triana Rahman (21 tahun) asal Bandung. Baginya, menyeimbangkan kehidupan profesional dan pribadi adalah acuan penting.

"Setuju banget, work life balance itu lebih penting karena hidup kita itu nggak melulu soal pekerjaan, dan menurut aku ini tuh batasan yang sehat," kata Triana kepada Republika, Kamis (19/2/2026).

photo
Work life balance (ilustrasi). - (Dok. Freepik)

 

Triana menjelaskan prinsip ini bukan berarti mereka ingin bekerja setengah hati. Menurutnya, komitmen untuk bekerja profesional tetap ada, namun keseimbangan tetap menjadi prioritas utama. "Jadi bukan berarti kita nggak punya etos kerja, atau nggak punya ambisi kerja. Ya ketika bekerja, tentu kita akan bekerja dengan sebaik-baiknya. Yang diperjuangkan itu adalah balance-nya," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement