REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Mahalini Raharja naik ke panggung Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Dia merayakan kepulangannya ke dunia musik setelah jeda panjang untuk peran barunya sebagai istri dan ibu.
Lewat konser bertajuk "Koma Live in Concert", Mahalini seolah ingin menunjukkan bahwa sebuah titik jeda bukanlah akhir, melainkan ruang untuk mengumpulkan energi sebelum mekar kembali dengan lebih indah di hadapan ribuan pasang mata yang merindukannya. Atmosfer konser yang dipromotori Antara Suara ini terasa sangat personal sejak menit pertama.
Mahalini muncul dalam balutan gaun cokelat berhias aksen emas yang elegan, membuka malam dengan lagu "Mati-Matian" yang intens. Penonton seolah diajak menyelami visual sinematik yang menggabungkan musik dengan filosofi alam.
Di sela riuh rendah tepuk tangan, Mahalini mengungkapkan kerinduan yang tulus kepada penggemarnya. “Terima kasih buat kalian yang ada di sini pada malam hari ini, yang udah meluangkan waktu untuk 'Koma Live in Concert'. Aku bersyukur banget kalian mau nungguin aku sampai 14 Februari ini,” ujarnya.
Eksplorasi estetika dalam konser ini tak main-main. Saat membawakan tembang-tembang seperti “Mencintaimu” hingga “Sampai Menutup Mata”, panggung bertransformasi menjadi taman bunga raksasa dengan penari yang membawa kelopak bunga asli. Mahalini menunjukkan keberanian artistiknya dengan melayang di atas panggung mengenakan gaun hitam saat melantunkan “Kemarilah Tenang” dan “Batasi Rasa”.
Ibu satu anak ini juga memberikan kejutan dengan membawakan lagu "Percuma", karya yang ia tulis namun jarang ia nyanyikan sendiri. “Aku mau bawain salah satu lagu yang nggak pernah sama sekali aku bawain di manapun. Tapi untuk malam ini saya membawakan lagu ini dengan versi aku,” kata Mahalini.
Momen yang menguras air mata terjadi ketika Mahalini menghadirkan keluarganya ke atas panggung. Sambil menyanyikan “Bawa Dia Kembali”, layar raksasa di belakangnya menampilkan visual mendiang ibundanya dan ibunda Rizky Febian.
Ruang Istora seketika hening, hanya ada isak haru dan harmoni suara yang syahdu. “Aku sangat beruntung sekali aku punya dua keluarga yang sangat support,” kata dia. Hubungan keluarga yang hangat ini menjadi fondasi emosional yang membuat setiap bait lagunya terasa lebih bermakna.