REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama musim hujan, risiko penyakit dengue (DBD) kian meningkat karena kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Karenanya penting untuk memahami gejala utama dengue, mengingat gejala awal penyakit ini kerap disalahartikan sebagai demam biasa.
Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis penyakit tropik infeksi, Dr dr Adityo Susilo, mengatakan gejala utama penyakit dengue adalah demam yang tinggi mencapai 39-40 derajat Celsius. Peningkatan suhu tersebut juga terjadi secara mendadak, dalam waktu kurang dari 12 jam.
"Dengue itu ekstrem, kenaikan suhunya mendadak. Sebagai contoh, pagi itu pasien masih bisa bermain bola, malamnya sudah tidak mampu beraktivitas. Kalau ibarat bunga, dia langsung layu. Nah bedanya dengan salesma atau flu biasa itu kenaikan suhunya perlahan," kata dr Adityo dalam diskusi media tentang pencegahan dengeu di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (3/2/2026).
Selain demam tinggi yang tiba-tiba, gejala utama dengue adalah sakit kepala hebat, nyeri di belakang bola mata, mual, dan nyeri ulu hati yang menyebabkan nafsu makan menurun drastis. Menurut dr Adityo, kondisi ini meningkatkan risiko perburukan karena tubuh membutuhkan asupan untuk melawan infeksi.
"Dan pada dengue selain lambungnya yang diserang, itu keluhan gak nafsu makan itu bisa hebat sekali, yang dimana ini bisa menambah risiko perburukan," kata dr Adityo.
View this post on Instagram