Rabu 31 Dec 2025 06:11 WIB

Tahun Baru Diprediksi Hujan Lebat, Pakar Ingatkan Hal Ini Sebelum Bepergian

Seluruh daerah di Jawa berpotensi hujan 29 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Warna menerobos hujan saat berwisata di kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad (28/12/2025). Masyarakat diimbau selalu waspada saat berkendara di jalan dengan selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menggunakan helm dan seat belt.
Foto: Republika/Prayogi
Warna menerobos hujan saat berwisata di kawasan Kota Tua, Jakarta, Ahad (28/12/2025). Masyarakat diimbau selalu waspada saat berkendara di jalan dengan selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menggunakan helm dan seat belt.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah masyarakat yang akan menempuh perjalanan pada musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diperkirakan naik 2,71 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, BMKG memperkirakan hampir seluruh daerah di Jawa berpotensi mengalami hujan lebat hingga hujan petir pada 29 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Merespons hal ini, pakar transportasi UGM, Dr Dewanti, mengimbau masyarakat selalu waspada saat berkendara di jalan dengan selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menggunakan helm dan seat belt. Demi keselamatan, ia mengingatkan masyarakat yang hendak bepergian dengan kendaraan pribadi untuk mempersiapkan diri dengan menjaga kondisi kesehatan dengan baik selama berkendara.

Baca Juga

"Kondisi fisik yang sehat sangat penting selama berkendara," kata Dr Dewanti dalam keterangan tertulis seperti dikutip pada Rabu (31/12/2025).

Selain itu, ia menganjurkan agar para pengendara selalu mencermati rute yang akan dipilih dengan mempertimbangkan daerah rawan longsor dan kecelakaan serta selalu memantau perkiraan cuaca dan kondisi lalu lintasnya. Apalagi di tengah musim hujan dan kemungkinan bencana hidrometeorologis bisa muncul dari mana saja.

Menurutnya, pemerintah selalu memberikan informasi soal daerah atau wilayah yang rawan bencana, informasi kemacetan hingga ketersediaan lokasi istirahat sehingga lalu lintas tetap bisa lancar pada akhir tahun ini. "Titik rawan bencana seperti longsor, kemacetan lalu lintas, ketersediaan rest area dan fasilitanya harus diinformasikan jauh hari serta memastikan kondisi jalan, rambu lalu lintas bisa berjalan dengan baik," ujar Dewanti.

Bagi para operator transportasi umum, Dewanti menegaskan perlunya koordinasi baík dari berbagai pihak layanan transportasi dalam memastikan kondisi kendaraannya untuk menghindari kecelakaan. "Operator selalu memastikan kondisi kelayakan kendaraan agar tidak terjadi kecelakaan atau tabrakan di jalan raya," kata dia.

Dewanti mengatakan dengan arus lalu lintas yang terkelola dengan baik dapat memberikan kelancaran berkendara dan berkurangnya kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam kondisi cuaca ekstrem yang mungkin hadir di tengah perjalanan pengguna jalan.

"Kolaborasi berbagai pihak dari pemerintah, operator, angkutan, dan masyarakat semakin baik untuk keselamatan dan kelancaran berkendara," kata dia. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement