Kamis 23 May 2024 10:48 WIB

Pakar: Vaksin Dengue Solusi Preventif Lindungi Diri dari DBD

Vaksin dengue dapat diberikan kepada masyarakat berusia 6-45 tahun.

Petugas melakukan pengasapan (fogging) nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Tegalbesar, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Rabu (22/5/2024). Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mencatat periode Januari-April 2024, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai 1.109 kasus.
Foto: ANTARA FOTO/Seno.
Petugas melakukan pengasapan (fogging) nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Tegalbesar, Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Rabu (22/5/2024). Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mencatat periode Januari-April 2024, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai 1.109 kasus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan dr Monica Cynthia mengungkapkan vaksin dengue merupakan salah satu solusi preventif untuk melindungi diri. Di Indonesia sejak awal 2024, kasus demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai 91 ribu dengan 641 kematian.

Merujuk data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Monica menyatakan vaksin ini memiliki efikasi hingga 80,2 persen untuk pencegahan DBD. Selain melindungi dari infeksi, vaksin dengue juga mampu mencegah kasus rawat inap akibat virus dengue hingga 95,4 persen. Hal ini menandakan vaksin dengue memiliki peran penting dalam upaya pencegahan kasus DBD di masyarakat.

Baca Juga

"Berbagai studi mengatakan antibodi yang ada di dalam vaksin dapat melemahkan virus dengue sehingga menghindarkan pasien dari komplikasi serius yang dapat timbul dari penyakit ini," kata Monica, dalam keterangannya, Kamis (23/5/2024).

Dia lalu mengatakan vaksin dengue dapat diberikan kepada masyarakat berusia 6 hingga 45 tahun yang memiliki kondisi sehat serta tidak memiliki alergi vaksin saat dilakukan vaksinasi. Namun, vaksin dengue tidak disarankan bagi individu yang tengah hamil, mengalami kondisi imunokompromais atau kekebalan tubuh lemah seperti kanker dalam kemoterapi, steroid dosis tinggi, imunodefisiensi primer dan penderita HIV yang tidak dalam terapi ARV.

Setelah melakukan vaksinasi, mungkin akan muncul beberapa efek samping seperti nyeri di tempat suntikan, sakit kepala, malaise, demam ringan dan lain-lain. "Namun, apabila itu terjadi, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter," ujar Monica.

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan vaksin dengue saat ini masih bersifat pilihan atau belum masuk ke dalam kebijakan imunisasi program baik dari pemerintah provinsi maupun pusat. Vaksin ini bisa didapat di beberapa rumah sakit swasta.

Kemudian, mengingat Indonesia sebagai negara tropis yang menjadi habitat ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti, maka selain vaksinasi, melakukan 3M, yakni menguras, menutup dan mengubur juga menjadi langkah strategis yang bisa dilakukan masyarakat demi menghindari DBD.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement