Rabu 06 Mar 2024 13:52 WIB

Mengapa Pengidap Diabetes Perlu Prioritaskan Vaksin Flu?

Influenza berbeda dengan common cold alias selesma.

Perempuan mengelap hidungnya saat kena influenza (ilustrasi). Pengidap diabetes, penderita penyakit jantung, atau penderita penyakit ginjal perlu mendapatkan vaksin influenza untuk cegah komplikasi.
Foto: www.freepik.com.
Perempuan mengelap hidungnya saat kena influenza (ilustrasi). Pengidap diabetes, penderita penyakit jantung, atau penderita penyakit ginjal perlu mendapatkan vaksin influenza untuk cegah komplikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengidap diabetes masuk kategori prioritas orang yang memerlukan vaksin influenza. Mengapa begitu?

"Tak hanya itu, penderita atau pasien penyakit kardiovaskular seperti jantung kemudian penyakit ginjal juga perlu," kata dokter spesialis penyakit dalam Dirga Sakti Rambe dalam acara yang digelar PT Bio Farma (Persero) di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga

Dokter Dirga menjelaskan, pengidap diabetes, penderita penyakit jantung, atau penderita penyakit ginjal perlu mendapatkan vaksin influenza untuk mencegah komplikasi. Bagaimana dengan anggapan pengidap diabetes dengan kadar gula darah tinggi tidak boleh divaksin?

"Itu salah. Justru karena gulanya tinggi, misalnya 300 mg/dL, dia harus vaksin karena dia lebih berisiko untuk kena komplikasi," ujar dari anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) ini.

Influenza berbeda dengan selesma atau batuk dan pilek biasa. Infeksi virus influenza dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau infeksi paru.Khususnya pada pasien diabetes, lanjut dr Dirga, penyakit ini bisa meningkatkan hingga enam kali lipat rawat inap dan tiga kali lipat risiko mortalitas.

"Tidak ada orang meninggal karena common cold (selesma), tapi meninggal karena influenza banyak," ujar dr Dirga.

Data di Amerika Serikat sebelum pandemi Covid-19 menunjukkan influenza menyebabkan 50 ribu kematian. Sementara di Indonesia, menurut dr Dirga, kendati belum ada angka yang pasti, namun dia menegaskan penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Dalam kaitannya dengan dunia kerja, influenza dapat mengganggu produktivitas kerja dan menyebabkan 10 persen dari absen di seluruh dunia. Suatu studi menunjukkan hari kerja yang hilang akibat seorang karyawan terkena flu bisa sekitar tiga hari.

Merujuk data, biaya pengobatan flu satu orang setara dengan vaksinasi flu sebanyak empat orang. Sementara itu, total biaya pengobatan flu selama satu tahun setara dengan vaksinasi flu untuk 2.006 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement