Ahad 03 Mar 2024 23:37 WIB

Kapan Perlu Membeli Oleh-oleh dan Kapan Itu tak Diperlukan?

Banyak yang berpendapat ketika bepergian tak perlu berusaha menyenangkan semua orang.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ani Nursalikah
Kios pedagang makanan khas Bandung ramai pengunjung di Pasar Kosambi, Kota Bandung.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Kios pedagang makanan khas Bandung ramai pengunjung di Pasar Kosambi, Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pengguna media sosial saling berbagi pemikiran mereka tentang kapan seseorang perlu membeli oleh-oleh untuk teman dan keluarga ketika bepergian serta kapan hal itu tak diperlukan. Sejumlah pelancong membagikannya di forum Reddit.

Dikutip dari laman Daily Star, Ahad (3/3/2024), pengguna Reddit @cattydaddy08, memposting di subreddit r/solotravel tentang kekhawatirannya karena takut tidak dapat membawa oleh-oleh untuk semua orang di sekitarnya saat melancong. Dia akan segera berangkat ke Jepang namun merasa stres memikirkan semua oleh-oleh yang perlu dia beli untuk kerabat dan teman.

Baca Juga

"Apakah ada etiket tentang hal ini? Apakah saya harus membeli oleh-oleh saat bepergian? Apakah saya harus membawakan sesuatu untuk semua orang?" tulisnya.

Menanggapi postingan itu, ada pendapat beragam dari sesama pengguna Reddit. Mayoritas mengatakan seseorang semestinya tidak boleh merasa tertekan untuk membeli oleh-oleh untuk semua orang yang dikenal. Jika ingin membeli beberapa hadiah kecil, sebaiknya fokus pada anggota keluarga atau teman dekat.

 

Banyak yang berpendapat ketika berlibur atau bepergian, tak perlu berusaha menyenangkan semua orang dalam hidup dengan membawa oleh-oleh. Dengan kata lain, memberikan oleh-oleh bukan kewajiban dan tak boleh menjadi beban.

Mereka juga merekomendasikan agar si penanya memikirkan siapa yang kira-kira memang menghargai oleh-oleh sederhana dengan harga terjangkau. Lagi pula, biaya perjalanan melancong tidak murah, sehingga membeli oleh-oleh harus cermat.

Salah satu warganet berpendapat tidak perlu membeli oleh-oleh untuk orang yang sepertinya tidak menghargai pemberian. "Saya berhenti membawa oleh-oleh untuk semua orang. Mengapa? Hanya bagasi yang tidak perlu, beban dan materialisme, dan sepertinya orang-orang tidak terlalu peduli," ucapnya.

Wisatawan lain menyarankan tak mengapa membeli oleh-oleh sederhana, seperti camilan yang dibeli di toko lokal. "Saya biasanya pergi ke toko kelontong dan membawa kembali makanan ringan dan permen jika saya ingin membawa pulang oleh-oleh, tapi saya tidak merasa berkewajiban," tuturnya.

Oleh-oleh seperti makanan ringan, makanan lokal, atau kopi setempat akan mewakili cita rasa lokasi tersebut untuk turut dirasakan teman dan keluarga. Tidak perlu membeli barang-barang yang lebih mahal dan sebaiknya tidak memaksakan diri untuk memberikan hadiah besar untuk semua orang yang dikenal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement