Kamis 29 Jan 2026 18:43 WIB

Timurnesia, Branding Musik Indonesia Timur Menuju Panggung Internasional

Musisi Indonesia Timur mengusulkan penamaan genre Timurnesia untuk Musik Timur.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Penyanyi lagu Tabola Bale: Silet Open Up, Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel.
Foto: Dok. Silet Open Up
Penyanyi lagu Tabola Bale: Silet Open Up, Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat musik Buddy Ace menilai usulan penamaan Timurnesia untuk identitas musik Timur Indonesia berpotensi membantu pengenalan musik Timur ke kancah global. Namun, ia menegaskan bahwa penamaan semata belum cukup untuk mendongkrak popularitas musik Timur di skala internasional.

"Sejarah industri musik membuktikan bahwa penamaan atau diksi kerap kali berhasil, seperti K-pop, tapi tentu saja penamaan bukan satu-satunya faktor. Musik sangat berkaitan dengan selera publik yang kompleks," kata Buddy Ace saat dihubungi Republika, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga

la menjelaskan, keberhasilan sebuah genre menembus pasar global sangat ditentukan oleh ekosistem yang menopangnya, mulai dari kualitas karya hingga sistem industri yang mendukung. Karenanya ia meminta Kementerian Kebudayaan untuk merumuskan peta jalan Musik Timur dengan mendalam dan serius.

Buddy Ace menyebut, salah satu poin penting yang perlu dimuat dalam peta jalan tersebut adalah perubahan pola pembangunan industri musik yang selama ini masih terpusat di Jakarta. Menurutnya, Jakarta seharusnya ditempatkan sebagai puncak dari bangunan industri musik nasional yang ditopang oleh kekuatan daerah.

"Jika industri musik berpusat di Jakarta, maka Jakarta harus menjadi puncak bangunan industri musik yang didukung oleh 38 pilar industri di 37 provinsi. Jangan hanya mengandalkan Jakarta semata," kata dia.

Selain itu, ia menilai peta jalan Musik Indonesia Timur harus memuat agenda desentralisasi kebudayaan. Buddy Ace menyinggung wilayah Timur Indonesia yang sejak era Presiden Soekarno kerap dijadikan isu politik dalam konteks pembangunan ekonomi dan kekuasaan, namun belum sepenuhnya mendapatkan dukungan infrastruktur kebudayaan yang memadai.

"Dalam konteks peta jalan itu, pemerintah perlu hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang aktif mendukung aktivitas seniman musik di wilayah Timur Indonesia," kata dia.

la juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya seniman dan penyanyi melalui pelatihan berkelanjutan yang didukung pemerintah dan swasta. Selain itu, Buddy mengusulkan agar seniman musik dilibatkan sebagai duta budaya dalam berbagai kegiatan pemerintah di luar negeri melalui jaringan kedutaan besar.

"Dengan strategi yang menyeluruh dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin musik Indonesia Timur atau Timurnesia, bisa menciptakan gelombang budaya sendiri di tingkat global," kata dia.

Sebagai informasi, musisi Indonesia Timur mengusulkan penamaan Timurnesia sebagai identitas musik Timur yang mewakili semua genre dari daerah Timur. Usulan tersebut disampaikan melalui FGD bersama Kementerian Kebudayaan RI pada awal tahun 2026. Pemerintah melalui Kemenbud juga mulai menyusun peta jalan musik Indonesia Timur.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Giring di Budaya (@giringdibudaya)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement