Kamis 01 Feb 2024 10:16 WIB

Tema World Hijab Day 2024: Veiled in Strength, Apa Maknanya?

Tanggal 1 Februari diperingati sebagai World Hijab Day.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Muslimah (ilustrasi). Tema World Hijab Day 2024 adalah Veiled in Strength. World Hijab Day dirayakan setiap tahun oleh Muslimah di lebih dari 150 negara pada tanggal 1 Februari.
Foto: MGROL100
Muslimah (ilustrasi). Tema World Hijab Day 2024 adalah Veiled in Strength. World Hijab Day dirayakan setiap tahun oleh Muslimah di lebih dari 150 negara pada tanggal 1 Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berkerudung dalam kekuatan atau "Veiled in Strength" dipilih sebagai tema besar dari peringatan World Hijab Day (WHD) 2024. World Hijab Day dirayakan setiap tahun oleh Muslimah di lebih dari 150 negara pada tanggal 1 Februari.

Akun Instagram @worldhijabday menjelaskan makna dari tema #VeiledInStrength, yang melambangkan ketahanan batin, kekuatan, dan keberanian yang ditemukan dalam diri individu yang mengenakan jilbab. Pilihan itu menunjukkan kekuatan mereka, terlepas dari tantangan atau persepsi apa pun di masyarakat yang mungkin mereka hadapi.  

Baca Juga

"Tagar ini berupaya untuk mendefinisikan kembali narasi seputar hijab, menekankan pemberdayaan dan penentuan nasib oleh diri sendiri," demikian penjelasan oleh situs resmi organisasi nirlaba World Hijab Day.

WHD mengundang masyarakat global dari berbagai kalangan untuk terlibat dalam dialog inklusif tentang kebebasan beragama, keragaman budaya, dan pentingnya berhijab bagi Muslimah. Tujuannya, mewujudkan dunia yang lebih toleran dan saling terhubung.

 

Untuk menumbuhkan pemahaman dan rasa hormat terhadap pengalaman Muslimah berhijab, di sejumlah negara para aktivis WHD mengajak perempuan lintas agama untuk ikut berhijab selama satu hari. Diharapkan, cara itu dapat meruntuhkan stereotipe mengenai hijaber dan meningkatkan empati.

WHD juga menekankan pentingnya ketersediaan pilihan dalam hal ekspresi pribadi dan praktik keagamaan, dengan menumbuhkan kesadaran dan percakapan terbuka. Sebab, di sejumlah negara di mana umat Islam merupakan minoritas, tak jarang masih terjadi diskriminasi.

Gerakan World Hijab Day digagas mulai 1 Februari 2013 oleh Nazma Khan, Muslimah asal Bangladesh yang tinggal di New York, Amerika Serikat. Atas berbagai kiprahnya, pada 2023 Khan dinobatkan sebagai salah satu dari 50 Muslim Paling Berpengaruh di Amerika.

Untuk perayaan hari hijab sedunia 2024, pada Kamis (1/2/2024), WHD menggelar konferensi virtual global yang menghadirkan banyak pemateri lintas bidang. Para pembicara berasal dari Palestina, Mesir, Inggris, AS, Suriah, Sri Lanka, Afganistan, Somalia, Pakistan, Bangladesh, Kanada, dan Meksiko, yang akan membahas tentang hari hijab sedunia dan tema "Veiled in Strength".

 

 

 

n Shelbi Asrianti

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement