Rabu 31 Jan 2024 19:35 WIB

Getol Suarakan Dukungan untuk Palestina, Roger Waters 'Pink Floyd' Didepak dari BMG?

Roger Waters dianggap mengeluarkan komentar menghasut tentang Israel, Ukraina, AS.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda
Vokalis Pink Floyd, Roger Waters, berorasi saat demonstrasi menentang ekstradisi pendiri Wikileaks Julian Assange di Parliament Square, London, Inggris, 22 Februari 2020. Dalam pernyataan terbarunya, Waters yang terkenal politis menyebut Presiden AS Joe Biden sebagai penjahat perang dalam kaitannya dengan perang Rusia-Ukraina.
Foto: EPA-EFE/VICKIE FLORES
Vokalis Pink Floyd, Roger Waters, berorasi saat demonstrasi menentang ekstradisi pendiri Wikileaks Julian Assange di Parliament Square, London, Inggris, 22 Februari 2020. Dalam pernyataan terbarunya, Waters yang terkenal politis menyebut Presiden AS Joe Biden sebagai penjahat perang dalam kaitannya dengan perang Rusia-Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BMG secara resmi mendepak Roger Waters yang merupakan salah satu pendiri Pink Floyd. Waters, yang selama ini memberikan dukungan pada Palestina, dianggap telah melontarkan komentar-komentar menghasut tentang Israel, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Perusahaan musik yang berbasis di Jerman ini menandatangani perjanjian penerbitan dengan Waters pada 2016. Pada tahun lalu, mereka dijadwalkan untuk merilis versi rekaman baru dari album penting Pink Floyd tahun 1973, Dark Side of the Moon.

Baca Juga

Hanya saja, CEO BMG Thomas Coesfeld membatalkan kesepakatan tersebut setelah mengambil alih perusahaan, dan itu diumumkan lewat unggahannya pada 1 Juli 2023 lalu. Album tersebut akhirnya dirilis melalui Cooking Vinyl yang berbasis di Inggris.

 

Kini, sebuah sumber memberi tahu Variety bahwa BMG sedang bersiap untuk berpisah sepenuhnya dari musisi veteran tersebut. Sejauh ini, juru bicara BMG menolak permintaan komentar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement