Selasa 09 Jan 2024 06:54 WIB

Kata Zaskia Mecca Tentang Menikah Muda: Jangan Buru-Buru

Menikah harus dilakukan jika mampu, bukan sekadar untuk menghindari zina.

Ilustrasi Pernikahan. Zasmia Mecca mengimbau anak muda tak buru-buru menikah.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Pernikahan. Zasmia Mecca mengimbau anak muda tak buru-buru menikah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selebritas Zaskia Adya Mecca dan pendakwah Habib Ja'far mengungkapkan pandangan mereka tentang menikah muda. Zaskia berpendapat generasi muda sebaiknya tidak tergesa-gesa dalam memutuskan menikah.

"Menikah jangan terlalu muda, ada masa di mana kita ingin menikmati hidup sendiri, tanpa dibebani dengan kewajiban dan tanggung jawab yang dapat ditunda," kata dia melalui siaran pers, Senin (8/1/2024).

Baca Juga

Zaskia melanjutkan, setelah menikah, khususnya seorang perempuan tidak bisa lagi menjadi diri sendiri seperti sebelum menikah. Pasalnya, ia harus mengemban kewajiban dan tanggung jawab sebagai Ibu dan Istri.

Dia juga berpesan kepada para remaja untuk tidak menikah pada usia muda hanya karena terlalu cinta. Dia mengkhawatirkan bahwa cinta yang berlebihan bisa jadi bukanlah cinta sejati, melainkan hawa nafsu.

Pendakwah Husein Ja'far Al Hadar atau dikenal dengan Habib Ja'far mengatakan pernikahan seharusnya dilakukan karena kesiapan, bukan karena dorongan nafsu belaka. Dia menekankan pengendalian nafsu seharusnya dilakukan melalui pengembangan potensi diri, bukan dengan menikah terlalu dini.

"Nikah itu karena mampu, bukan sekadar ingin menghindari perzinaan. Tidak tepat jika mengatakan bahwa menikahkan remaja untuk menghindari zina," kata dia.

Menurut dia, lebih tepat jika menghindari zina adalah dengan tidak berzina, lalu melakukan kegiatan yang positif untuk mengembangkan diri dan prestasi, karena pengembangan diri akan menghindarkan pernikahan dini.

Sementara itu, melalui siaran pers yang sama, Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama Agus Suryo Suripto mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka pernikahan anak yang tinggi.

Pernikahan anak yang tinggi ini, imbuh dia, menjadi akar dari banyak masalah di kemudian hari. Sehingga Pemerintah melalui Kementerian Agama merasa perlu bertindak untuk menekan angka pernikahan anak di Indonesia.

Menurut Suryo, konsep BRUS pun dilahirkan sebagai upaya edukasi untuk remaja usia sekolah agar mampu menyiapkan masa depan sebaik-baiknya. Dia mengatakan, terdapat dua aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum menikah yakni kesadaran dalam mengelola diri dan penguatan keagamaan.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement