Jumat 29 Dec 2023 15:00 WIB

Brokoli Mengandung Nutrisi Pencegah Kanker

Fitokimia bernama sulforaphane pada brokoli menawarkan sifat antikanker.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Brokoli yang sudah menguning. Brokoli termasuk sayuran yang tak tahan disimpan lama.
Foto: Reiny Dwinanda/Republika
Brokoli yang sudah menguning. Brokoli termasuk sayuran yang tak tahan disimpan lama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai penelitian terus mencari tahu cara menekan risiko kanker, termasuk lewat pilihan makanan yang sehat. Seorang dokter telah mengungkap bahwa ada nutrisi dalam makanan yang bisa membantu mencegah terjadinya kondisi mematikan tersebut.

Dokter rumah sakit onkologi Tim Tiutan yang berpengalaman merawat pasien kanker mengatakan nutrisi itu adalah sulforaphane, salah satu bentuk fitokimia (nutrien dalam tumbuhan). Sulforaphane termuat dalam makanan hijau dan punya antikanker yang kuat.

Baca Juga

Lewat akun TikTok-nya, Tiutan menguraikan fitokimia yang dapat membantu melawan kanker. Sang dokter memberitahukan kabar baiknya, bahwa sayuran yang mengandung fitokimia tidak mahal dan tak sulit ditemukan, salah satunya brokoli.

"(Fitokimia) pertama kali dipelajari secara ekstensif pada tahun 1990-an oleh dr Jed Fahey di Universitas Johns Hopkins. Mengingat penelitian menarik yang menunjukkan sifat antikarsinogeniknya, penjualan brokoli meroket di seluruh dunia pada saat itu," ungkapnya.

Dikutip dari laman Express, Jumat (29/12/2023), penelitian yang dikutip Tiutan itu mengungkap bahwa fitokimia bernama sulforaphane menawarkan sifat antikanker, terutama pada kanker payudara dan usus besar. Banyak studi laboratorium lain menunjukkan sulforaphane memiliki sifat antikarsinogenik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement