Kamis 30 Nov 2023 15:24 WIB

Hobi Menyantap Makanan Khas India, Kenali Dulu Titik Kritis Kehalalannya

Salah satu dari titik kritis halal makanan India adalah daging.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Sebelum menikmati kuliner khas India, ada beberapa titik kritis halal yang perlu diperhatikan oleh Muslim.  (Ilustrasi)
Foto: Health
Sebelum menikmati kuliner khas India, ada beberapa titik kritis halal yang perlu diperhatikan oleh Muslim. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---India merupakan salah satu negara yang kaya akan keragaman kulinernya. Tak sedikit pula sajian khas India yang halal dan bisa dinikmati oleh Muslim. Akan tetapi, bukan berarti semua sajian khas India itu halal.

Sebelum menikmati kuliner khas India, ada beberapa titik kritis halal yang perlu diperhatikan oleh Muslim. Salah satu dari titik kritis halal tersebut adalah daging.

Baca Juga

Secara umum, ada beragam jenis daging yang bisa digunakan dalam masakan khas India. Akan tetapi, jenis daging yang paling umum digunakan dalam masakan khas India adalah ayam dan domba.

Dalam Islam, kedua jenis daging tersebut hukumnya adalah halal. Namun, cara penyembelihan yang tidak sesuai dengan syariat dapat membuat daging yang halal menjadi tidak halal.

Di sisi lain, daging non halal seperti babi juga cukup umum dikonsumsi di beberapa negara bagian India. Sebagian di antaranya adalah Goa, Kerala, Karnataka, dan wilayah timur laut India seperti dilansir South China Morning Post pada Kamis (30/11/23).

Oleh karena itu, beberapa makanan khas India yang berada di negara-negara bagian tersebut biasanya mengandung babi. Di Goa misalnya, ada sajian bernama Sorpotel dan Amsoil yang berbahan dasar daging babi. Sedangkan di Karnataka, sajian kari Pandi sangat populer dan umum disajikan, seperti dilansir Gigg's Meat.

Selain daging, titik kritis halal lain yang perlu diwaspadai Muslim sebelum mengonsumsi hidangan khas India adalah alkohol. Penggunaan alkohol sebenarnya sangat jarang ditemukan dalam hidangan khas India.

Akan tetapi, The Sunday Guardian mengungkapkan bahwa saat ini muncul tren penggunaan alkohol dalam memasak sebagai pengganti cuka. Tren inilah yang mendorong sebagian chef di India untuk mengkreasikan hidangan khas India mereka dengan alkohol. "Jenis alkohol yang lebih disukai adalah wine, whiskey, rum, dan bir," ungkap The Sunday Guardian.

Hal senada juga diungkapkan oleh HalalSpy. Melalui laman resminya, HalalSpy mengungkapkan bahwa tidak semua makanan khas India itu halal. Sebagian makanan khas India mengandung hal-hal yang diharamkan dalam Islam seperti babi dan alkohol.

"Dan sebagian lainnya mungkin dipersiapkan dengan cara yang tidak sesuai dengan standar kehalalan," ungkap HalalSpy.

Menurut HalalSpy, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Muslim untuk menemukan hidangan khas India yang halal. Salah satu di antaranya adalah memilih restoran India yang sudah bersertifikat halal atau restoran yang memiliki spesialisasi menghidangkan makanan halal.

Cara lainnya adalah bertanya terlebih dahulu kepada pegawai di restoran sebelum membeli makanan khas India. Muslim bisa mengajukan pertanyaan seperti bahan yang digunakan dalam makanan dan metode penyajiannya.

Bila membeli makanan khas India dalam kemasan, Muslim dianjurkan untuk mengecek bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Pastikan produk makanan tersebut tidak mengandung bahan non halal seperti babi atau alkohol.

Opsi lain yang bisa dilakukan oleh Muslim adalah memilih opsi makanan India vegetarian. Opsi makanan vegetarian khas India umumnya halal dan bisa dinikmati oleh Muslim menurut HalalSpy

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement