Ahad 19 Nov 2023 15:19 WIB

Hobi Pesan Makanan dari Restoran? Dokter Imbau Perhatikan Hal Ini

Terlalu sering pesan makanan berlemak berpotensi meningkatkan kadar gula darah.

Rep: Shelbi Asrianti   / Red: Friska Yolandha
Pedagang berkomunikasi dengan gawai untuk mengambil pesanan di Pasar COD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (7/9). Terlalu sering memesan makanan tinggi lemak berpotensi tingkatkan gula darah.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pedagang berkomunikasi dengan gawai untuk mengambil pesanan di Pasar COD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (7/9). Terlalu sering memesan makanan tinggi lemak berpotensi tingkatkan gula darah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat sedang malas memasak, banyak orang gemar memesan makanan dari restoran favorit. Sebelum melakukannya, ada baiknya memperhatikan saran dari dokter. Sebab, ada makanan pesanantar yang kurang sehat dan tak boleh disantap terlalu sering.

Dikutip dari laman Grimsby Telegraph, Sabtu (18/11/2023), dokter tidak menganjurkan memesan makanan yang mengandung banyak lemak dan karbohidrat olahan yang tidak sehat. Itu semua berpotensi menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Baca Juga

Memilih makanan yang tepat sangat penting untuk menghindari dampak buruk terhadap kesehatan, termasuk obesitas. Kondisi di mana seseorang memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih itu dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan serius, termasuk kanker, gagal jantung, dan diabetes.  

"Sebagian besar masalah itu disebabkan oleh generasi yang semakin bergantung pada makanan olahan dan makanan yang dibawa pulang secara teratur," kata Tam Fry dari National Obesity Forum. Sementara, budaya pesan-antar makanan terus populer sejak pandemi Covid-19.

Pakar diet terdaftar Jo Cunningham mengatakan bahwa makanan pesan-antar yang terburuk adalah banyak gula dan garam di dalam saus hidangan. Begitu pula hidangan yang digoreng dengan minyak, bukan dikukus, yang tak baik jika disantap berlebihan.

"Makanan apa pun yang mengandung garam, gula, dan lemak tinggi dapat berdampak pada kesehatan, terutama jika dimakan berlebihan. Garam bisa meningkatkan tekanan darah," ujar ahli gizi dan pendiri Green Light Nutrition tersebut. 

Banyak makanan yang dibawa pulang juga mengandung karbohidrat olahan tingkat tinggi serta tinggi lemak, yang dikaitkan dengan obesitas dan peradangan. Seiring berjalannya waktu, obesitas membawa risiko kesehatan termasuk diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan dikaitkan dengan kanker.

Menurut Cunningham, banyak makanan yang dibawa pulang juga menawarkan sedikit serat, sehingga tidak bermanfaat bagi kesehatan usus. Daging olahan, seperti ham atau salami, bersifat karsinogenik, dan Dana Penelitian Kanker Dunia merekomendasikan untuk menghindarinya.

Pakar gizi Rhiannon Lambert menyarankan memilih hidangan yang dipanggang, dikukus, atau diolah dengan cara stir-fried. Pilih makanan yang mengandung daging tanpa lemak, makanan laut, tahu, atau kacang-kacangan. Jika tetap ingin makan saus, pilih saus berbahan dasar tomat daripada saus krim.

"Cara termudah untuk membuat makanan apa pun lebih sehat adalah dengan makan lebih banyak sayuran dan salad sebagai pendampingnya. Itu akan membantu lebih kenyang dan meningkatkan kandungan nutrisinya," ungkap penulis The Science of Nutrition yang mendirikan Rhitrition itu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement