Ahad 12 Nov 2023 22:28 WIB

Benarkah Penganut Vegan Lebih Sehat Dibanding Mereka yang Makan Daging?

Penganut vegan sama sekali tidak menyantap produk hewani.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Anggota kelompok aktivis Vegan (ilustrasi). Benarkah vegan lebih sehat dari mereka yang masih mengonsumsi daging?
Foto: EPA-EFE/JEON HEON-KYUN
Anggota kelompok aktivis Vegan (ilustrasi). Benarkah vegan lebih sehat dari mereka yang masih mengonsumsi daging?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang memilih menjadi vegan atau vegetarian dan menghindari makan daging. Penganut vegan sama sekali tidak menyantap produk hewani, sementara vegetarian tidak makan daging, namun tetap mengonsumsi produk yang berasal dari hewan seperti susu dan telur. 



Pertanyaannya, benarkah pilihan itu lebih sehat? Hal itu bergantung dari asupan apa yang disantap.

Sebab, penelitian menunjukkan bahwa kelompok vegan justru mengonsumsi lebih banyak makanan ultraproses (UPF) dibandingkan pemakan daging. 

Dikutip dari laman Daily Mail, Ahad (12/11/2023), kelompok vegan secara konvensional menyantap makanan utuh seperti buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan makanan nabati lainnya. Namun, berkat perkembangan industri makanan, semakin banyak produk vegan ultraproses. 



Pola makan pemakan daging yang kerap menyantap daging merah dan daging olahan memang kurang sehat, sebab meningkatkan risiko penyakit seperti kanker kolorektal, penyakit kardiovaskular, dan diabetes. Namun, tidak semua produk alternatifnya yang disantap merupakan pilihan yang bijak. 



 

Studi terbaru dari Tim Peneliti Epidemiologi Gizi di Universitas Sorbonne di Paris, Prancis, menganalisis asupan makanan harian dari 19.812 pemakan daging, 646 pescovegetarian, 500 vegetarian, dan 254 vegan. Pescovegetarian adalah pola makan yang menyantap sayur-sayuran, buah-buahan, bij-bijian, polong-polongan, makanan laut, telur, dan susu. 

Tim menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi paling sedikit makanan hewani justru mengonsumsi lebih banyak makanan ultraproses.

Penganut pola makan vegan mengonsumsi 39,5 persen UPF, 37 persen untuk vegetarian, dan 33 persen untuk pemakan daging. 

Pakar nutrisi Rob Hobson menyampaikan, banyak makanan vegan UPF mengandung banyak bahan tambahan guna menghasilkan tekstur makanan yang tepat.

Ciri-ciri makanan UPF lain yakni tinggi lemak jenuh, garam, gula, serta mengandung zat aditif juga membuatnya menjadi pilihan kurang tepat. 

Penguat rasa seperti monosodium glutamat menciptakan rasa gurih yang kuat, sehingga dapat membuat makanan menjadi sangat enak.

Terlebih lagi, jika dipadukan dengan bahan lain seperti minyak terhidrogenasi dan lesitin kedelai yang digunakan untuk menciptakan tekstur lembut dan rasa lezat. 

Supaya penganut vegan, vegetarian, atau pesco-vegetarian mendapatkan nutrisi yang benar-benar dibutuhkan dari pola makan nabati, Hobson menganjurkan perencanaan yang cermat. Cobalah merencanakan menu dan menyetok bahan makanan untuk sepekan. 



Menurut Hobson, itu akan memastikan persediaan makanan sehat dan makanan utuh sehingga mencegah pembelian UPF di menit-menit terakhir. Penasihat jenama suplemen kesehatan Healthspan itu juga mengingatkan pola makan nabati berpotensi membuat seseorang kekurangan nutrisi penting. 



Lazimnya, penganut pola makan nabati kurang mendapatkan cukup protein. Meskipun banyak produk seperti burger nabati, pada dasarnya itu bukan merupakan pengganti protein, dan beberapa sama sekali tidak mengandung protein. Kekurangan nutrisi lain termasuk kurangnya asupan vitamin B12.



"Vitamin B12 menjaga kesehatan darah, sel saraf, dan DNA tidak terdapat pada makanan nabati sehingga harus dikonsumsi sebagai suplemen," ucap penulis buku Unprocess Your Life: Break Free From Ultra-Processed Foods for Good itu. Potensi kekurangan lain yakni zat besi dan kalsium, jika pola makan vegan jika tidak dirancang dengan baik. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement