Ahad 05 Nov 2023 16:31 WIB

Rekaman Ulang 1989 Taylor Swift Mendominasi Tangga Lagu Inggris

Taylor merekam ulang albumnya, 1989.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Friska Yolandha
Penyanyi-penulis lagu Taylor Swift.
Foto: EPA-EFE/SARAH YENESEL
Penyanyi-penulis lagu Taylor Swift.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Bintang musik Amerika, Taylor Swift merajai tangga lagu single dan album Inggris pada Jumat (3/11/2023) waktu setempat, dengan rekaman ulang album hitnya yang mendapat penghargaan, 1989. Dilansir Reuters pada Ahad (5/11/2023), album 1989 versi Taylor (Taylor's Version) dengan 21 lagu, dirilis pada Jumat lalu, atau sembilan tahun setelah versi aslinya meluncur pada 2014. 

Album ini langsung menduduki peringkat pertama di Official Albums Chart dengan penjualan mencapai 184 ribu unit, atau lebih dari dua kali lipat penjualan aslinya pada minggu pertama sebanyak 90 ribu unit. Hal itu disampaikan dari Official Charts Company.

Baca Juga

Prestasi ini membuat album barunya mengklaim sebagai album terlaris di Inggris dalam minggu pertama penjualannya pada tahun ini, mengalahkan album-album lainnya yang masuk dalam 10 besar. Ini juga merupakan album ke-11 milik Swift yang meraih peringkat pertama di Inggris.

Dia menjadi wanita dengan jumlah album peringkat pertama terbanyak di Inggris sepanjang abad ini. Album 1989 (Taylor's Version) juga berhasil meraih peringkat pertama di tangga lagu vinyl.

 

Album baru ini juga memuat lima lagu "From the Vault" yang belum pernah dirilis sebelumnya, termasuk "Is It Over Now?" yang mencapai puncak Official Singles Chart dengan 4,9 juta streaming. Dua lagu lainnya, "Now That We Don't Talk" dan "Slut!", yang masing-masing berada di peringkat No. 2 dan No. 5.

Album 1989, yang merupakan album kelima Taylor Swift dengan hits seperti "Shake It Off" dan "Blank Space”, menduduki peringkat pertama di tangga lagu di seluruh dunia dan meraih beberapa penghargaan, termasuk Album of the Year, Best Pop Vocal Album, dan Best Music Video Terbaik untuk "Bad Blood" di Grammy Awards 2016.

Sebelumnya, penyanyi-penulis lagu ini telah merilis ulang karyanya yang sebelumnya setelah kehilangan kendali atas rekaman master dari enam album pertamanya. Hal ini terjadi ketika dia meninggalkan label rekaman Big Machine pada 2019.

Kepergiannya ini memicu konflik publik yang sengit dengan pemilik baru label tersebut, eksekutif musik Scooter Braun. Braun menjual rekaman master milik Swift ke perusahaan ekuitas swasta dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai lebih dari 300 juta dolar AS (sekitar Rp 4,6 triliun). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement