Rabu 01 Nov 2023 19:11 WIB

Jika Anak Sering Main Gawai, Waspadai Dua Hal Ini

Posisi salah saat memakai gawai berdampak pada gangguan saraf kejepit.

Anak sering bermain gadget berisiko mengalami gangguan di masa depan/ Ilustrasi
Foto: Malaytimes
Anak sering bermain gadget berisiko mengalami gangguan di masa depan/ Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Jika anak-anak yang sering menggunakan gawai, dikhawatirkan berdampak negatif di masa depan. Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI), Prof.Dr.dr Ridha Dharmajaya Sp BS (K) berpendapat bahwa ada dua faktor penyebab penggunaan gawai yang bisa mengakibatkan dampak negatif itu seperti posisi dan durasi.

"Jika menggunakan gadget dengan posisi yang menyebabkan adanya tekukan pada leher, maka akan ada beban yang ditanggung. Semakin dalam tekukan itu, maka akan semakin berat beban yang ditanggung leher," kata Ridha Dharmajaya yang juga merupakan Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) itu dalam siaran pers, Rabu (1/11/2023).

Baca Juga

Hal tersebut jika masih dalam waktu yang cukup singkat, dikatakan oleh dia, tidak akan memberikan dampak buruk. Jika sebaliknya, posisi yang salah dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa berdampak pada gangguan saraf kejepit.

"Tapi jika tekukan itu terjadi lebih dari dua jam dan secara terus-menerus, ini menjadi masalah. Maka akan terjadi gangguan yakni saraf kejepit pada bagian leher. Gejalanya yakni berat di pundak, leher pegal, tangan kesemutan, dan bangun tidur tidak segar," ujarnya.

 

Jika hal tersebut tidak mendapatkan perhatian baik dari orang tua maupun guru di sekolah, risiko besar bisa dipastikan datang. Menurut dia, kematian saraf jauh lebih berbahaya dan berujung cacat dengan gejala yang dialami adalah kelumpuhan pada tangan dan kaki, buang air kecil yang tidak terasa dan seksualitas bagi kaum lelaki hilang. "Jika seperti ini maka tidak ada obat yang menyembuhkan dan tidak ada operasi yang bisa mengembalikan," sebutnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement