Selasa 17 Oct 2023 12:07 WIB

Benarkah Permainan Genshin Impact Haram?

Tidak ada yang lebih buruk dalam Islam daripada menyekutukan Allah.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Friska Yolandha
Seorang pengguna Android membuka aplikasi gim Genshin Impact. Ulama mengimbau masyarakat menjauhi gim Genshin Impact karena mengandung syirik.
Foto: Republika/Reiny Dwinanda
Seorang pengguna Android membuka aplikasi gim Genshin Impact. Ulama mengimbau masyarakat menjauhi gim Genshin Impact karena mengandung syirik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gim daring Genshin Impact saat ini tengah digandrungi oleh pengguna ponsel di seluruh dunia. Permainan dengan genre dunia terbuka (open world) dan peran aksi tersebut kini bahkan disebut-sebut jumlah pemainnya lebih dari 60 juta.

Di tengah keramaian ini, muncul pertanyaan apakah permainan tersebut bisa dikategorikan haram? Untuk diketahui, di dalamnya terdapat sistem gacha, alkohol, bahkan ada sebuah adegan yang mana pemain harus menyembah dan menyentuh patung untuk mendapatkan kekuatan, serta menawarkan sesuatu kepada patung itu sebagai hadiah.

Baca Juga

Dalam rubrik Ask the Scholer di laman About Islam, dosen senior dan ulama Islam di Institut Islam Toronto Sheikh Ahmad Kutty menyampaikan ada baiknya permainan seperti itu dijauhi. Tidak ada yang lebih buruk dalam Islam, daripada kesyirikan atau menyekutukan Allah.

"Menyembah patung atau menyentuhnya dengan harapan mendapatkan manfaat atau mencegah bahaya atau nikmat lainnya, dan sebagainya, adalah murni kesyirikan," ujar dia dikutip di About Islam, Selasa (17/10/2023).

 

Seorang umat tidak bisa berpura-pura menjadi seorang Muslim, sambil melakukan bentuk-bentuk syirik yang terang-terangan seperti itu. Ia pun mengajak para pemain gim tersebut yang beragama Islam agar memperbaiki imannya dan mencari pertobatan, jika pernah terlibat dalam permainan semacam itu atau mempromosikannya.

Perilaku syirik atau menyekutukan Allah SWT tidak diragukan lagi merupakan dosa terbesar dalam Islam. Sheikh Ahmad Kutti lantas mengutip QS Luqman ayat 13 yang berbunyi, "Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, "Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

Alasan mengapa perilaku syirik ini merupakan dosa yang sangat besar, adalah karena fakta sederhana bahwa Allah SWT adalah Pencipta, Pemelihara, Pemelihara, serta Pemberi Rezeki. "Dialah satu-satunya sumber kehidupan dan kematian dan segala sesuatu di alam semesta. Dengan mengharapkan kekuatan seperti itu kepada selain Dia sungguh suatu kejahatan," lanjut dia.

Orang yang melakukan kesyirikan berarti....

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement