Sabtu 14 Oct 2023 23:42 WIB

IN2MF Digelar 25-29 Oktober 2023, Diramaikan Lebih dari 200 Jenama

Lebih dari 200 jenama akan terlibat di IN2MF.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Delapan desainer dan jenama busana Muslim Indonesia bersiap tampil dalam ajang bergengsi Indonesia Internasional Modest Fashion Festival (IN2MF).
Foto: IN2MF
Delapan desainer dan jenama busana Muslim Indonesia bersiap tampil dalam ajang bergengsi Indonesia Internasional Modest Fashion Festival (IN2MF).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF) akan digelar selama lima hari pada 25 hingga 29 Oktober 2023. Festival ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), merayakan keberagaman dan kreativitas modest fashion di Indonesia.

Acara diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, dan Indonesian Fashion Chamber (IFC). IN2MF merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), platform kolaborasi seluruh stakeholder ekonomi dan keuangan syariah, termasuk di dalamnya modest fashion.

Baca Juga

National Chairman IFC Ali Charisma menyampaikan, lebih dari 200 jenama akan terlibat di IN2MF. Para desainer akan unjuk karya di Plenary Hall serta Cenderawasih Hall JCC. Ada banyak rangkaian acara yang mendiskusikan soal tren maupun inovasi mode, khususnya modest fashion.

"Bukan hanya fashion show saja, tapi juga ada exhibition, full pameran. Strategi berjualannya sudah dipikirkan. Mari kita manfaatkan untuk berbelanja produk lokal," kata Ali pada momen kick-off IN2MF di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Jumat (13/10/2023).

 

Tepatnya, terdapat 174 desainer Indonesia dan internasional dalam fashion show, dan lebih dari 200 jenama dalam fashion exhibition yang memperlihatkan keragaman produk modest fashion Indonesia. Pengunjung dapat melihat berbagai busana kategori ready to wear deluxe & street wear, office wear & cocktail wear, juga syar'i evening wear.

Sejumlah jenama yang bakal hadir antara lain Hannie Hananto, Rosie Rahmadi, Malik Moestaram, Kami, Jenna&Kaia, Aleza, Rose.Ma.Lina, Sofie, Nadjani, Hijab Chic, serta Wearing Klamby. Ada pula Zetta Prive, Khanaan, Ayu Dyah Andari, Kursien Karzai, Dian Pelangi, ETU, ASK by Asky Febrianty, Itang Yunasz, Jeny Tjahyawati, Novita Yunus, Islamic Fashion Institut, Ansellmaputri, dan masih banyak lagi.

Penyelenggara IN2MF menggandeng sejumlah desainer internasional, termasuk dari Inggris, Prancis, India, Maroko, Malaysia, dan sejumlah negara lain. Akan tetapi, Ali menekankan bahwa yang jadi sorotan utama adalah karya para desainer modest fashion asal Indonesia.

IN2MF mengedepankan penerapan konsep sustainability dan optimalisasi penggunaan wastra Nusantara dan kain lokal. Diharapkan, IN2MF 2023 bisa menjadi etalase produk-produk modest fashion unggulan Indonesia yang inovatif dan siap merambah pasar global.

Ali berharap IN2MF juga akan semakin mendekatkan pada target Indonesia menjadi pusat modest fashion dunia. Menurut Ali, sebenarnya jika menilik dari jumlah dan keberagaman kreativitas desainer modest fashion, Indonesia sudah sangat bersaing.

Hanya saja, yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah penjualan produk mode itu oleh konsumen internasional. Ali mengatakan, hal itu yang akan terus diperjuangkan, berusaha merambah ke pasar global dan bersaing supaya produk modest fashion Indonesia dipakai dan dibeli banyak orang dari berbagai negara.

Target Ali, mulai tahun depan setidaknya sudah ada 15-20 brand modest fashion Indonesia yang bisa rutin mengekspor produknya ke luar negeri. Tidak mengapa meski awalnya hanya busana satu musim, dan harapannya akan bertambah serta semakin banyak lagi jenama yang istiqomah.

"Kunci Indonesia bisa menjadi pusat mode dunia tentunya adalah para desainer. Saya berharap desainer-desainer muda kita bisa mengusung hingga modest fashion Indonesia bisa benar-benar diterima di dunia," kata Ali.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement