Senin 09 Oct 2023 20:15 WIB

Museum Fatahillah Tampilkan Pameran yang Lebih Kekinian

Langkah kreatif diambil agar warga tak lagi menganggap museum sebagai wisata kuno.

Pengunjung berswafoto area Museum Fatahillah kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (5/5/2022)..
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengunjung berswafoto area Museum Fatahillah kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (5/5/2022)..

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta (Museum Fatahillah) Jakarta Barat dalam menyelenggarakan pameran lebih berorientasi kepada penampilan yang lebih kekinian untuk menjadikan museum sebagai objek wisata yang mampu menarik lebih banyak pengunjung. Langkah kreatif diambil agar warga tak lagi menganggap museum sebagai wisata kuno.

“Kalau  kita lihat di sini sejarah perkembangan kota ditampilkan secara kekinian supaya masyarakat lebih suka, karena kalau hanya lihat dan baca, pasti bosan,” kata Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta Esti Utami di Museum Sejarah Jakarta, SENIN (9/10/2023).

Ditemui usai membuka pameran bertajuk "Jejak Memori Gempita Layar Perak Jakarta", Esti mengatakan langkah-langkah kreatif perlu diambil diambil supaya masyarakat tidak lagi menganggap museum sebagai tempat wisata kuno. Esti optimistis jajarannya bisa memilih tema-tema pameran di museum yang lebih menggugah dan memancing rasa ingin tahu masyarakat untuk datang dan menikmati pameran.

Masyarakat juga jangan hanya disuguhkan dengan penjelasan tertulis atau melihat artefak saja, karena pameran yang ditampilkan dengan merangsang semua panca indera, seperti dengan menyentuh atau merasakan, dapat membuat masyarakat semakin menggandrungi pameran itu, kata dia.

 

“Hal itu supaya masyarakat dapat pengalaman yang lebih baik di museum,” ujarnya.

Oleh karena itu, pengelola museum dapat memperbaiki tata pamer di lokasinya sebagai langkah pertama untuk menarik lebih banyak pengunjung, apalagi hal tersebut tidak memakan waktu yang terlalu lama, ucap Esti.

Museum Sejarah Jakarta berlokasi di area Kota Tua Jakarta yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai area fokus pengembangan pariwisata perkotaan (urban tourism). Selain Kota Tua Jakarta, pariwisata perkotaan juga dikembangkan di beberapa daerah lainnya, seperti kawasan Cikini di Jakarta Pusat, Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara, dan Blok M di Jakarta Selatan.

Sementara itu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Museum Sejarah Jakarta mencatatkan jumlah kunjungan sebanyak 542.254 orang pada 2022, meningkat pesat dibanding kunjungan pada 2021, ketika pandemi COVID-19, yang hanya mencapai 51.962 orang.

 

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement