Jumat 06 Oct 2023 15:26 WIB

Soal Kesehatan Mental, Dokter Wajib Bertanya Apakah Pasien Pernah Berjudi 

Pemeriksaan kebiasaan judi sama seperti pertanyaan apakah pasien merkok dan alkohol.

Rep: Desy Susilawati / Red: Friska Yolandha
Seorang dokter memberikan terapi kesehatan pada pasien anak yang mengalami masalah kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (18/3). Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat Elly Marliyani mengatakan, jumlah pasien rawat jalan pada Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Provinsi Jawa Barat pada bulan Januari hingga Februari 2021 sebanyak 14 pasien yang mengalami masalah kejiwaan dan lima pasien murni adiksi atau kecanduan penggunaan gawai. Foto: Republika/Abdan Syakura
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Seorang dokter memberikan terapi kesehatan pada pasien anak yang mengalami masalah kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (18/3). Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat Elly Marliyani mengatakan, jumlah pasien rawat jalan pada Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Provinsi Jawa Barat pada bulan Januari hingga Februari 2021 sebanyak 14 pasien yang mengalami masalah kejiwaan dan lima pasien murni adiksi atau kecanduan penggunaan gawai. Foto: Republika/Abdan Syakura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya pasien kesehatan mental mendorong National Health Services (NHS) membuat panduan baru untuk para dokter atau ahli yang menangani pasiennya. Rancangan panduan NHS yang baru mewajibkan dokter bertanya kepada pasien kesehatan mental apakah mereka berjudi di tengah lonjakan orang yang menjadi kecanduan. 

‌Dokter harus memeriksa kebiasaan berjudi pasien dengan cara yang sama seperti ketika orang ditanya tentang merokok dan konsumsi alkohol, berdasarkan proposal baru yang diterbitkan pada Kamis (4/10/2023).

Baca Juga

Jumlah orang yang dirujuk ke klinik spesialis kecanduan judi NHS hampir dua kali lipat pada 2022 hingga 2023 dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Para pemimpin NHS telah meminta industri mengambil tanggung jawab dan menghentikan orang-orang yang dirugikan.

 

Draf proposal, yang diterbitkan oleh National Institute for Health and Care Excellence (NICE), mengatakan sekitar 300 ribu orang di Inggris mungkin menderita masalah perjudian. Ini memengaruhi lebih dari 3,8 juta anggota keluarga, termasuk anak-anak.

‌Dikatakan bahwa dokter harus turun tangan dengan pertanyaan tentang perjudian kepada siapa pun yang mengalami depresi, kecemasan, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

Pasien disarankan untuk menyelesaikan pemeriksaan 'Indeks Keparahan Perjudian Masalah', yang serupa dengan tes lain yang diberikan kepada orang yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau depresi dan siapa pun yang memiliki skor tinggi harus dirujuk ke layanan perawatan spesialis perjudian untuk mendapatkan perawatan.

Panduan tersebut menyatakan bahwa dokter harus mendiskusikan penggunaan perangkat lunak pemblokiran atau alat lain untuk membatasi perjudian online dengan mereka yang terkena dampak.

Kepala petugas medis dan direktur sementara pusat pedoman NICE, Profesor Jonathan Benger mengatakan perjudian yang berbahaya menyebabkan kesengsaraan yang sangat besar bagi semua orang yang mengalaminya. 

"Kami ingin mereka yang membutuhkan bantuan atau yang berisiko dapat diidentifikasi lebih cepat dan menerima bantuan yang sesuai," ujarnya seperti dilansir dari laman MSN, Jumat (5/10/2023).

Para ahli teribat dalam membuat....

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement