Kamis 07 Sep 2023 20:00 WIB

Jika tak Menerapkan Batasan Main Gawai, Ini yang akan Dialami Anak Anda

Banyak orang tua kekinian menggunakan teknologi untuk sarana hiburan anak.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Orang tua dianjurkan meminimalisasi waktu layar anak kendati teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak dan orang tua./ Ilustrasi
Foto: Malaytimes
Orang tua dianjurkan meminimalisasi waktu layar anak kendati teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak dan orang tua./ Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan semakin banyaknya aplikasi, gim, dan platform streaming, banyak orang tua kekinian menggunakan teknologi untuk sarana hiburan anak. Namun, ada kelebihan dan kekurangan yang sebaiknya dipertimbangkan orang tua sebelum mengambil keputusan tersebut.

Umumnya, orang tua dianjurkan meminimalisasi waktu layar anak kendati teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak dan orang tua. Alhasil, penting juga untuk menyadari kemungkinan kerugian dari penggunaan teknologi untuk sarana hiburan. 

Baca Juga

Seperti dikutip dari laman TechRound, Kamis (7/9/2023), hal yang paling mendesak adalah dampak waktu layar berlebihan terhadap kesehatan.

Beberapa efek buruknya termasuk ketegangan mata serta pola tidur yang terganggu. Untuk mengatasi masalah ini, orang tua harus menetapkan batas waktu penggunaan perangkat yang wajar dan mendorong waktu istirahat untuk menjaga kesehatan penglihatan dan kesehatan anak secara keseluruhan.

 

Terlalu memanjakan anak dengan hiburan berbasis layar juga dapat menyebabkan potensi keterlambatan perkembangan pada anak. Bagaimanapun, anak butuh pengalaman bermain langsung di dunia nyata yang berkontribusi pada pengembangan keterampilan sensorik, motorik, kognitif, dan bahasa.

Kekurangan lain, pemanfaatan teknologi untuk hiburan secara berlebihan berisiko membuat anak kurang memiliki interaksi sosial di kehidupan nyata. Ketergantungan yang berlebihan pada komunikasi digital dapat menghambat kemampuan anak untuk menafsirkan isyarat nonverbal, mengenali emosi, dan menavigasi situasi sosial yang kompleks. 

Mencapai keseimbangan antara interaksi digital dan pengalaman sosial di kehidupan nyata sangat penting untuk memastikan anak-anak mengembangkan keterampilan interpersonal, empati, dan kecerdasan emosional yang kuat.

Dunia maya yang seperti rimba belantara pun berisiko membuat anak terpapar konten yang tidak pantas. Meskipun ada kontrol orang tua dan mekanisme penyaringan, anak-anak mungkin secara tidak sengaja menemukan materi tak sesuai seperti kekerasan, bahasa eksplisit, atau perilaku menyimpang. Ini hal yang amat perlu diwaspadai orang tua.

Sifat teknologi yang instan dan responsif dapat pula secara tidak sengaja menumbuhkan ketergantungan pada kepuasan instan. Ini bisa menghambat kemampuan anak untuk menjadi tangguh, memecahkan masalah, dan mengatasi kepuasan yang tertunda di kehidupan nyata. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement