Kamis 07 Sep 2023 13:54 WIB

Cerita di Balik Busana Batik Kudus

Desainer Denny Wirawan membawa batik Kudus kembali ke kota asalnya.

Berkolaborasi bersama Bakti Budaya Djarum Foundation, desainer ternama Denny Wirawan menghadirkan koleksi terbaru Batik Kudus bertajuk Sandyakala Smara.
Foto: Bakti Budaya Djarum Foundation
Berkolaborasi bersama Bakti Budaya Djarum Foundation, desainer ternama Denny Wirawan menghadirkan koleksi terbaru Batik Kudus bertajuk Sandyakala Smara.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS---Merayakan sewindu berkolaborasi bersama Bakti Budaya Djarum Foundation, desainer ternama Denny Wirawan menghadirkan koleksi terbaru batik Kudus bertajuk Sandyakala Smara.

Pergelaran karya penuh cinta ini membawa kembali batik Kudus kembali ke kota asalnya yang juga dikenal dengan nama kota kretek. Seluruh upaya bersama Denny Wirawan ini berhasil mendekatkan kembali batik Kudus pada publik, dan juga turut membantu menggerakkan perekonomian beberapa kelompok pembatik di Kudus yang masih konsisten berproduksi dan melestarikan Batik Kudus. 

Baca Juga

“Sandyakala Smara ini adalah bentuk dukungan tulus dalam melestarikan dan mengapresiasi kekayaan wastra budaya Indonesia, terutama batik Kudus yang memukau dan menginspirasi kreativitas untuk terus mengeksplorasi serta memperkaya keindahan yang tak ternilai dari kain-kain Indonesia. Setelah 8 tahun perjalanan yang luar biasa, dengan bangga kami membawa batik Kudus kembali ke akarnya, ke kota Kudus yang dikenal sebagai kota kretek, untuk perayaan penuh makna dan inspirasi,''ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam siaran pers, Kamis (7/9/2023).

Ini menggambarkan bahwa Kudus bukan hanya dikenal sebagai penghasil kretek, tetapi juga memiliki batik yang bernilai tinggi sekaligus menghargai perjalanan panjang dalam berkarya lewat kain dan pola yang telah memberikan warna baru bagi dunia mode Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh sekitar 250 orang tamu undangan yang datang untuk mengenal dan menjelajahi budaya kota Kudus. ''Ini merupakan sebuah kesempatan untuk mengenalkan daya tarik kota kretek sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Renita.

Sejak tahun 2010, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan program pembinaan kepada para pengrajin Batik Kudus dan menghidupkan kembali para pengrajin yang tadinya telah beralih profesi, serta memupuk generasi baru penerus kerajinan Batik Kudus. Di tahun 2015, Bakti Budaya Djarum Foundation mulai berkolaborasi dengan desainer Denny Wirawan untuk mengangkat Batik Kudus dengan sentuhan unik dan inovatif. 

“Koleksi Sandyakala Smara tak hanya sekadar busana, namun juga sebuah perjalanan budaya dan kreativitas yang mempertemukan antara masa lalu dan saat ini dengan harmoni. Sebuah perwujudan serta penghormatan atas warisan keindahan wastra dengan pembaruan yang dikemas dalam estetika yang memukau,'' ujar desainer Denny Wirawan.

sumber : siaran pers
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement