Kamis 03 Aug 2023 20:12 WIB

'Vitamin Sea' Betul-Betul Manjur, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Banyak orang merasa kesehatannya membaik setelah berada di pantai.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Sejumlah pengunjung berenang di kawasan pantai Desa Lhok Bubon, Aceh Barat, Aceh, Ahad (17/7/2022). Berada di pantai membawa manfaat kesehatan tersendiri.
Foto: ANTARA/Syifa Yulinnas
Sejumlah pengunjung berenang di kawasan pantai Desa Lhok Bubon, Aceh Barat, Aceh, Ahad (17/7/2022). Berada di pantai membawa manfaat kesehatan tersendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa orang sering kali memiliki perasaan, bahkan fisik, yang lebih baik setelah menghabiskan waktu di air asin atau wilayah laut. Rupanya, secara medis, "vitamin sea"--demikian istilah yang dipakai pelancong untuk menggambarkan berada di dekat laut--memang dapat memiliki manfaat kesehatan mental.

 

Menggunakan air garam untuk penyembuhan juga kerap dikenal sebagai thalassotherapy. Contohnya dialami Reina Sultan yang menghabiskan waktu di Cape Cod, Massachusetts, AS awal musim panas ini. Dia tiba-tiba menyadari bahwa kondisinya terasa lebih baik.

 

 

"Apakah ada orang dengan postural tachycardia syndrome/sindrom Ehlers-Danlos (POTS/hEDS) yang memperhatikan bahwa pergi ke laut membuat mereka merasa jauh lebih baik?" tulisnya di Twitter.

 

Sultan merasa bahwa dia tidak sakit kronis selama dua sampai tiga hari tidak setelah berenang di lautan. Namun, ia tidak tahu apakah itu karena garam atau tekanan tertentu dari air laut, tetapi persendiannya bahkan terasa lebih baik.

 

Postural orthostatic tachycardia syndrome dan hypermobile Ehlers-Danlos syndrome adalah kondisi neurologis yang dapat menyebabkan nyeri sendi, pusing saat bergerak, dan kelelahan. Setelah menulis cicitan itu, banyak pula pengguna lain yang berkomentar bahwa mereka dengan penyakit kronis juga merasakan gejala yang terasa lebih baik selama berhari-hari setelah berenang di air asin.

 

Dokter mengatakan bahwa Sultan tertarik pada sebuah fenomena yang dikenal sebagai thalassotherapy, atau menggunakan air garam untuk penyembuhan. Metode ini sudah ada sejak zaman Yunani kuno.

 

Air garam memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental. Kisah-kisah anekdot tentang merasa lebih baik di dalam atau di dekat air asin, seperti pengalaman Sultan, adalah hal biasa, menurut Stewart Parnacott, seorang pelatih pribadi dan praktisi perawat di Baylor College of Medicine.

 

"Ada beberapa dasar ilmiah untuk mendukung klaim ini," kata Parnacott, seperti dilansir Insider, Rabu (2/8/2023).

 

Tinjauan ilmiah 2021 menemukan bukti bahwa thalassotherapy dikaitkan dengan perbaikan gejala pada pasien. Ini sangat efektif untuk orang dengan kondisi kulit tertentu dan penyakit radang, menurut temuan ulasan tersebut.

 

"Air asin mengandung berbagai mineral dan elemen jejak seperti magnesium, potasium, dan kalsium, yang diyakini memiliki potensi manfaat kesehatan," kata Parnacott.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement