Jumat 28 Jul 2023 03:29 WIB

Mengajarkan Anak Berbagi, Penting Dilakukan Sejak Dini

Secara perlahan memperkenalkan konsep berbagi bisa dimulai di usia tiga tahun.

Berbagi (ilustrasi). Anak-anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan konsep berbagi sejak mereka menginjak usia 3 tahun.
Foto: antara
Berbagi (ilustrasi). Anak-anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan konsep berbagi sejak mereka menginjak usia 3 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada dasarnya anak-anak sudah mulai bisa dikenalkan dengan konsep berbagi sejak mereka menginjak usia 3 tahun. Sebab di usia tersebut anak-anak umumnya sudah mulai dapat bersosialisasi dan memahami keberadaan orang lain di sekitar, maka secara perlahan memperkenalkan konsep berbagi bisa dimulai di usia ini.

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Tiga Generasi Ayoe Sutomo M Psi mengatakan, beberapa cara dapat dilakukan untuk memperkenalkan konsep dan mengajarkan berbagi pada anak. Bisa dimulai dengan cara menyenangkan dan tidak memaksa, memberi contoh, menggunakan media yang menyenangkan seperti bercerita dan dongeng, mengajak anak bergabung dalam kelompok yang mendorongnya untuk berbag, berikan penguatan positif untuk perilaku berbagi, dan fasilitasi kegiatan atau momen khusus untuk berbagi bersama dengan keluarga. 

Baca Juga

Mengajarkan anak konsep berbagi sejak dini menurut Ayoe, memiliki banyak manfaat untuk perkembangan sosial dan emosi anak. Di antaranya; melatih anak meningkatkan keterampilan sosial yang positif, membantu anak mengembangkan kemampuan empati, membantu anak berlatih mengurangi potensi konflik, meningkatkan perasaan bahagia pada anak, serta membantu anak membangun lingkungan sosial yang positif.

“Orang tua memiliki peran sangat besar dalam mengajarkan konsep berbagi, karena anak-anak mengamati dan meniru perilaku orang tua baik secara disadari maupun tidak. Karenanya, penting bagi orang tua untuk menjadikannya sebagai aktivitas keseharian yang diharapkan dapat menjadi kebiasaan sampai mereka dewasa kelak,” ujarnya, Kamis (27/7/2023). 

 

Jangan lupa untuk selalu mendiskusikan makna aktivitas berbagi yang dilakukan bersama dengan anak, agar anak dapat memahami mengapa berbagi baik dilakukan. Mendiskusikan makna berbagi dengan anak idealnya dibahas dari berbagai sudut pandang. Dimulai dari mendiskusikan manfaat berbagi pada anak baik bagi yang membantu maupun yang menerima. 

Konsep untuk mengajarkan berbagi sejak dini ini sejalan dengan kampanye gerai multi-brand produk sepatu dan pakaian, Wilio, yakni Wilio Class of 2023 #BornToBeTheChamp. Melalui kampanyenya, Wilio melakukan donasi berupa 100 sepatu gratis dan membantu dana pendidikan anak-anak Indonesia sebesar Rp 100 juta melalui Inspiration Factory Foundation (IFF). 

“Berbagi sepatu gratis atau menjadikan teman-teman IFF sebagai shoe-pal dari pelanggan setia kami, bisa menjadi contoh kecil tentang berbagi kepada sesama, sehingga mereka semakin paham bahwa mengejar impian merupakan hak semua anak”, kata Dea Putri Utama, Senior Marketing Manager untuk Kanmo Footwear and Active, dalam siaran persnya.

Senada dengan Dea, Jenny Tjoa, Founder Inspirational Factory Foundation menyampaikan, program ini bisa menjadi inspirasi banyak pihak tentang pentingnya berbagi kepada dunia anak. Dalam mengajak anak-anak menjadi shoe-pal, program yang bermanfaat ini dapat mendorong anak-anak tumbuh dengan tidak memandang bulu dan selalu menebar energi positif. 

“Harapannya, dana pendidikan dan sepatu yang disalurkan melalui kami dapat menumbuhkan generasi penerus bangsa yang lebih berdaya guna,” katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement