Selasa 04 Jul 2023 19:43 WIB

'Peternakan Tikus' Hingga 'Jasa Jual Pulau' Sudah tak Terlihat di Google Maps Area DPR

Nama-nama lokasi itu kini sudah tidak terlihat di Google Maps.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Reiny Dwinanda
Tangkapan layar Google Maps pada 2 Juli 2023.
Foto: Tangkapan layar
Tangkapan layar Google Maps pada 2 Juli 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak akhir pekan lalu, media sosial ramai memperlihatkan sejumlah tangkapan layar yang mengolok-olok Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Google Maps. Dari pantauan Republika.co.id pada Selasa (4/7/2023), hal itu terlihat ketika memperbesar peta pada kawasan The People's Representative Council alias Gedung DPR/MPR RI.

Area di DPR diberi nama mulai dari "Gedung Penipu Rakyat," "Perkumpulan Korupsi," "Budidaya Koruptor," hingga "Jasa Jual Pulau." Salah satu akun Twitter, yaitu @recehtapisayang, juga mengunggah tangkapan layar nama Gedung DPR di Google Maps.

Baca Juga

Dalam cicitannya, tampak tiga tangkapan layar yang menunjukkan tag lokasi di kompleks Gedung DPR. Tag lokasi tersebut memuat nama-nama seperti "perkumpulan tikus berdasi", "sarangnya tikus-tikus kantor", hingga "peternakan tikus". Namun, nama-nama tersebut sudah hilang dari Google Maps menurut pantauan Republika.co.id pada Selasa (4/7/2023) pukul 11.25 WIB.

Laman Google mencatat bahwa semua orang yang memiliki akun Google dapat mengedit tag lokasi. Namun, informasi yang dimasukkan pengguna harus lebih dulu ditinjau oleh Google.

"Jika Anda sudah familiar dengan suatu tempat, Anda dapat memberikan umpan balik yang membantu Google Maps memutuskan apakah akan mengubah informasi tempat tersebut," tulis Google di lamannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement