Selasa 27 Jun 2023 13:50 WIB

Liburan Seru dan Sesuai Kantong, Ini Langkahnya

Harga tiket pesawat mencapai titik terendah 149 hari sebelum waktu berangkat.

Untuk memperoleh tiket pesawat dengan harga ekonomis, disarankan untuk membelinya 4-6 bulan sebelum keberangkatan/ilustrasi.
Foto: Republika/Prayogi
Untuk memperoleh tiket pesawat dengan harga ekonomis, disarankan untuk membelinya 4-6 bulan sebelum keberangkatan/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Libur telah tiba. Ini saatnya kita menikmati masa liburan sekolah bersama keluarga. Namun, tentu saja liburan yang seru bisa didapat lewat perencanaan yang matang serta sesuai pula dengan bujet yang disiapkan.

Langkah pertama dimulai dari memperoleh tiket pesawat dengan harga yang ekonomis. Mereka yang menginginkan penawaran terbaik untuk penerbangan dari Indonesia bisa memeriksa harga tiket menuju wilayah tujuan empat hingga enam bulan sebelum keberangkatan karena harga rata-rata mencapai titik terendah 149 hari sebelum waktu berangkat, menurut riwayat data harga Google Flights atau Google Penerbangan.

Baca Juga

Communication Manager Google Indonesia Feliciana Wienathan melalui keterangan tertulisnya, mengatakan Google Penerbangan dapat membantu orang-orang melacak harga untuk tanggal tertentu antara dua kota.

Menurut dia, orang-orang hanya perlu menelusuri tujuan mereka dan mengaktifkan fitur ini. Pihak Google nantinya mengirimkan email jika harga turun drastis untuk tanggal tersebut.

 

"Mungkin ada suatu tempat yang sudah lama Anda ingin kunjungi dan Anda hanya mencari penawaran terbaik saja. Pada prinsipnya, Anda memang sebaiknya selalu merencanakan dan memesan perjalanan Anda lebih awal!” kata Feliciana.

Selanjutnya, mereka yang akan melancong disarankan mencoba dulu menjelajahi secara virtual lokasi yang dituju. Orang-orang bisa memanfaatkan Street View di Google Maps. Menurut Google, dengan setidaknya 220 miliar gambar dari 100 lebih negara dan wilayah, Street View memiliki koleksi dari sebagian besar tempat yang ingin dikunjungi.

Kemudian, saat ingin memutuskan di mana akan menginap, calon pelancong bisa mencari hotel di Google atau langsung membuka google.com/travel.

Hadirnya layer baru untuk minat di Maps, seseorang dapat secara cepat melihat area mana yang memiliki pilihan paling banyak untuk bersantap, berbelanja, atau jalan-jalan.

Untuk tujuan yang lebih populer, seseorang dapat mengetuk ‘Tempat menginap’ di bawah filter penelusuran untuk mendapatkan panduan lokasi yang praktis.

Lalu, saat sudah berada di lokasi tujuan, dan tidak tahu mau pergi ke mana, seseorang bisa memanfaatkan Fitur Jelajahi untuk menelusuri lokasi di seluruh dunia dengan filter seperti anggaran atau lama perjalanan.

Dalam tampilan default-nya, Jelajahi akan menunjukkan harga tiket pesawat, tetapi sekarang orang-orang juga akan melihat titik merah muda dan gelembung bertuliskan 'Jelajahi sekitar'.

Ketuk fitur ini untuk mempersempit penelusuran ke tempat-tempat yang dapat dikunjungi dalam waktu beberapa jam dan pilih destinasi mana pun untuk melihat informasi bermanfaat tentangnya, termasuk harga rata-rata hotel atau prakiraan cuaca.

Kemudian, saat berkeliling wisatawan dapat menemukan rute terbaik untuk pejalan kaki dengan Live View. Saat menggunakan Live View di Maps, pelancong akan melihat panah AR yang mengarahkannya ke tempat tujuan.

Dia juga dapat menggunakan Live View di dalam bangunan untuk menjelajahi tempat-tempat seperti bandara, mungkin saat mencari area pengambilan bagasi atau lokasi persewaan mobil.

Setelah keluar, dia dapat melakukan penelusuran dengan Live View untuk mencari berbagai hal di sekitar seperti restoran, taman, dan stasiun transit dan melihat informasi bermanfaat seperti jam buka dan nilai ratingnya.

Jika ragu-ragu, Lens bisa membantu untuk dapat mengambil gambar atau menggunakan tangkapan layar dan menambahkan 'terdekat' untuk menemukan makanan favorit atau produk dari toko lokal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement