Selasa 27 Jun 2023 07:34 WIB

Bandingkan dengan Kucing, Ahli Mikrobiologi Ungkap Potensi Bahaya Jilatan Anjing

Telapak kaki dan mulut kucing tampak jauh lebih bersih dibandingkan anjing.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Anjing menjilat penjaganya (Ilustrasi). Jilatan lidah anjing di area wajah dapat meningkatkan risiko penyebaran resistensi antibiotik.
Foto: EPA/ALAN PORRITT
Anjing menjilat penjaganya (Ilustrasi). Jilatan lidah anjing di area wajah dapat meningkatkan risiko penyebaran resistensi antibiotik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anjing kerap mengekspresikan rasa sayang mereka kepada pemiliknya melalui jilatan. Karena itu, banyak pemilik anjing yang merasa senang dan tak keberatan saat dijilat oleh anjing kesayangan mereka. Meski begitu, ahli mikrobiologi menganjurkan orang-orang untuk tak membiarkan anjing menjilat area wajah.

Ahli mikrobiologi Nick Aicher memberikan anjuran ini karena kondisi mulut anjing terbukti sangat kotor. Hal ini mungkin bertolak belakang dengan keyakinan sebagian orang bahwa bahwa mulut anjing lebih bersih dibandingkan mulut manusia.

Baca Juga

"Orang-orang mengatakan mulut anjing lebih bersih dibandingkan mulut manusia, jadi saya akan memeriksanya," jelas pria berusia 27 tahun tersebut dalam video yang dia unggah melalui akun TikTok pribadinya, seperti dilansir The Sun pada Kamis (22/6).

@oneminmicro Reply to @yurishikigami Is Dog saliva really cleaner than human saliva? #dog #pup #microscope #saliva #bacteria #ohno #oneminmicro ♬ Goosebumps - JP The 3rd.

 

Untuk memeriksa hal tersebut, Aicher melakukan sebuah percobaan sederhana dengan mengambil sampel swab dari dari mulut, hidung, dan telapak kaki anjing peliharaannya. Sampel tersebut lalu dipindahkan ke media Tryptic Soy Agar (TSA) dan diinkubasi selama 24 jam di dalam tiga tube steril.

Setelah 24 jam berlalu, tube berisi sampel swab dari mulut anjing tampak memiliki koloni bakteri dalam jumlah yang besar. Jumlah koloni bakteri tersebut jauh lebih besar dibandingkan jumlah bakteri pada tube berisi sampel swab telapak kaki anjing. Sedangkan tube berisikan sampel swab dari hidung anjing tampak relatif bersih.

"Ya Tuhan, ingatlah ini bila anjingmu menjilatmu," tulis Aicher sambil menunjukkan tube yang dipenuhi bakteri dari mulut anjing.

Jenis bakteri yang tumbuh dalam tube berisi sampel swab mulut anjing memang belum teridentifikasi. Meski begitu, melihat banyaknya bakteri yang ada di mulut anjing, Aicher menganjurkan para pemilik anjing untuk tak membiarkan anjing menjilat area wajah mereka.

"Saya pribadi tak suka anjing menjilat saya karena aroma napas mereka cukup menjijikan," ungkap Aicher.

Video yang Aicher unggah melalui TikTok tersebut dengan cepat menjadi viral. Namun, tak semua pecinta anjing setuju akan anjuran Aicher.

Seorang pengguna TikTok mengatakan dirinya mempunyai sistem imun yang kuat sehingga tak merasa khawatir dengan banyaknya bakteri di mulut anjing kesayangannya. Dia pun merasa baik-baik saja dan tak pernah sakit meski mendapatkan banyak ciuman dari anjing-anjing kesayangannya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement