Kamis 22 Jun 2023 21:37 WIB

ITN: Dokumenter Hilangnya Kapal Selam Wisata Bangkai Titanic Dibuat dengan Kepekaan Tinggi

Kapal selam yang membawa lima orang hilang dalam perjalanan ke bangkai Titanic.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Kapal selam wisata itu membawa lima wisatawan untuk melihat puing-puing kapal Titanic
Foto: AP
Kapal selam wisata itu membawa lima wisatawan untuk melihat puing-puing kapal Titanic

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pencarian yang memilukan untuk menemukan dan menyelamatkan penumpang Titan, kapal selam wisata bangkai Titanic, akan dijadikan film dokumenter baru di saluran penyiaran Inggris, Channel 5. Pencarian kapal selam Titan berpacu dengan perkiraan habisnya pasokan oksigen awak kapal selama empat hari.

Titanic Sub: Lost at Sea dijadwalkan tayang pada hari Kamis pukul tujuh malam waktu lokal. Dokumenter tersebut akan dibawakan oleh pembawa acara 5 News Dan Walker. Film dokumenter yang diproduksi ITN memberi jaminan untuk "melampaui" liputan berita dan memberikan informasi terbaru kepada pemirsa.

Baca Juga

Film dokumenter tersebut akan memeriksa konteks yang lebih luas tentang pelayaran, penumpang, dan ketertarikan pada bangkai kapal Titanic. Karya ini juga akan melibatkan para ahli dan melihat kebangkitan pariwisata ekstrem.

ITN adalah perusahaan produksi di Inggris Raya untuk film-film perputaran cepat yang bereaksi terhadap peristiwa terkini. Sebelumnya, ITN juga telah memproduksi cerita khusus tentang wanita Inggris Nicola Bulley, yang menghilang pada bulan Januari tanpa jejak saat berjalan-jalan dengan anjingnya. Wanita itu ditemukan tewas tiga minggu kemudian di sungai setempat.

Ian Rumsey selaku direktur pelaksana konten untuk ITN mengatakan program film tentang pencarian kapal selam Titan ini akan memetakan aspek, mulai dari eksplorasi, hingga kebangkitan pariwisata ekstrem. Mereka juga akan mengulas upaya penyelamatan, tetapi di atas semua itu akan ada kisah yang sangat manusiawi yang menyita perhatian.

Hal itu ialah tentang lima orang, semuanya bersama keluarga, yang terjebak di dasar lautan. ITN disebut punya keahlian dan sepak terjang dalam pembuatan film dokumenter yang cepat berubah.

"Dan reputasi untuk pembuatan film yang bertanggung jawab berarti kami memperlakukan cerita dengan kepekaan yang tinggi," ujar Rumsey, dikutip dari laporan Variety, Kamis (22/6/2023).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement