Kamis 11 May 2023 08:14 WIB

Nasi Dimasak Magic Com Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar

Masyarakat tidak dianjurkan membiarkan nasi terlalu lama di magic com.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Tidak ada perbedaan kandungan dari hasil memasak nasi menggunakan magic com maupun secara tradisional.
Foto: Republika/Darmawan
Tidak ada perbedaan kandungan dari hasil memasak nasi menggunakan magic com maupun secara tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG---Beberapa waktu lalu beredar kabar, nasi yang dimasak menggunakan magic com memiliki unsur berbahaya, ketimbang yang dimasak dengan cara tradisional. Hal ini dibantah Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Henny Dwi Susanti.

Menurut Henny, isu yang beredar tersebut tidak benar. Tidak ada perbedaan kandungan dari hasil memasak nasi menggunakan magic com ataupun secara tradisional. 

Baca Juga

Henny menilai, nasi baru akan menjadi cukup berbahaya apabila didiamkan terlalu lama dalam magic com. Hal itu dikarenakan adanya proses gelatinisasi yang dapat membuat perubahan nilai indeks glikemik pada nasi. "Makanan yang mengandung kadar indeks glikemik yang tinggi dapat memicu penyakit, seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan kanker,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Republika

Untuk menikmati nasi dengan kualitas terbaik dan aman, masyarakat hendaknya langsung mengonsumsinya tepat setelah matang. Masyarakat tidak dianjurkan membiarkan nasi terlalu lama di magic com, apalagi dihangatkan berkali-kali.

Henny mengatakan, tidak ada batasan maksimum untuk mendiamkan nasi dalam magic com. Namun, lebih baik segera dikonsumsi dengan catatan menunggu nasi sampai dingin terlebih dahulu. Nasi yang dingin mengandung kadar gula yang lebih rendah dari nasi yang masih panas sehingga lebih aman untuk dikonsumsi tubuh.

Selain memiliki nilai indeks glikemik yang cukup tinggi, nasi juga mengandung kurang lebih 90 persen karbohidrat, delapan persen protein dan dua persen lemak. Namun, nasi termasuk salah satu makanan yang rendah serat dan memiliki kandungan asam omega 6.

Karbohidrat dalam nasi terdiri atas pati dan gula. "Dua unsur itu yang menjadi salah satu alasan mengapa penderita diabetes disarankan untuk menghindari nasi putih," katanya.

Dosen Ilmu Keperawatan ini juga berpesan untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, seperti nasi dan roti. Hal ini penting mengingat adanya bahaya penyakit yang mengancam di masa depan. 

Menurut dia, mengonsumsi makanan alami tanpa olahan bahan kimia adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan. Masyarakat perlu memperbanyak dalam mengonsumsi buah dan sayur. Selain banyak vitamin, keduanya juga memiliki serat sehingga bisa menjadi salah satu pilihan agar tidak bergantung pada karbohidrat saja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement