Selasa 09 May 2023 08:11 WIB

Masuk ke Singapura tidak Perlu Tunjukkan Paspor, Ini Penggantinya

Peraturan ini berlaku untuk turis yang melintasi pos pemeriksaan darat Singapura.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Mulai awal 2024, para pelancong yang melintasi pos pemeriksaan darat Singapura dengan mobil akan dapat melewati imigrasi di pos pemeriksaan Tuas dan Woodlands tanpa paspor. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kode QR./ilustrasi
Foto: EPA-EFE / HOW HWEE YOUNG
Mulai awal 2024, para pelancong yang melintasi pos pemeriksaan darat Singapura dengan mobil akan dapat melewati imigrasi di pos pemeriksaan Tuas dan Woodlands tanpa paspor. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kode QR./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Mulai awal 2024, para pelancong yang melintasi pos pemeriksaan darat Singapura dengan mobil, akan dapat melewati imigrasi di pos pemeriksaan Tuas dan Woodlands tanpa paspor. Sebagai gantinya, mereka menggunakan kode QR.

Langkah ini diumumkan oleh Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) Singapura pekan lalu. Ini sebagai bagian dari Konsep Izin Baru yang diumumkan pada tahun 2019, dan akan digunakan untuk memfasilitasi para pelancong yang meninggalkan Singapura melalui jalur darat.

Baca Juga

Tetapi tentu saja, mereka yang masuk ke Malaysia masih harus melalui pemeriksaan lain yang masih memerlukan paspor, setidaknya untuk saat ini.

Dilansir dari Mashable SE Asia, Selasa (9/5/2023), para wisatawan yang berada di dalam mobil akan menggunakan Automated Passenger In-Car Clearance System (APICS) baru yang dikembangkan oleh Home Team Science and Technology Agency (HTX). Sedangkan mereka yang berada dalam bus akan mengandalkan Automated Border Control System (ABCS) di ruang penumpang.

Semuanya akan dilakukan secara mandiri pada akhirnya. Selama tahap awal peluncuran sistem APICS, pengemudi mobil dan penumpang akan diminta untuk membuat profil dan kode QR terkait melalui aplikasi MyICA, yang kemudian akan dipindai di konter dengan kehadiran petugas untuk melakukan pemeriksaan citra wajah untuk verifikasi.

Setelah lebih banyak jalur APICS khusus dipasang di kedua pos pemeriksaan, pelancong hanya perlu memindai kode QR sendiri, dan bahkan memproses wajah mereka tanpa harus ada petugas yang berwenang.

Selama uji coba langsung yang dilakukan tahun lalu di pos pemeriksaan Woodlands, ICA mencatat bahwa 94 persen pelancong dapat memproses sendiri di pos pemeriksaan tanpa memerlukan bantuan petugas. Selain itu, banyak yang setuju bahwa sistem lebih cepat dan lebih intuitif untuk dilalui dibandingkan dengan proses pemeriksaan tradisional.

Untuk sistem ABCS, ICA bermaksud  mengganti loket pemeriksaan manual di ruang penumpang di kedua pos pemeriksaan dengan loket otomatis, dengan sekitar 800 jalur otomatis dijadwalkan beroperasi mulai kuartal pertama tahun 2024. Berbeda dengan sistem APICS, sistem ABCS tidak memerlukan kode QR untuk verifikasi, dan akan lebih mengandalkan biometrik yang diambil dari pengunjung saat masuk ke Singapura.

Bagi mereka yang melakukan perjalanan antara Singapura dan Malaysia melalui pos pemeriksaan ini, perubahan tersebut harus disambut dengan baik, mengingat kemacetan lalu lintas yang dapat terjadi selama musim puncak liburan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement