Ahad 02 Apr 2023 13:12 WIB

Super Mario Bros Movie Dikritik, Chris Pratt: Tonton Dulu Filmnya, Baru Bicara

Chris Pratt menjadi pengisi suara Mario di film Super Mario Bros.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Poster film The Super Mario Bros. Pengisi suara Mario, Chris Pratt, menanggapi kritik pecinta waralaba tentang kurangnya pengisi suara berkarakter Italia di film tersebut.
Foto: Dok Illumination
Poster film The Super Mario Bros. Pengisi suara Mario, Chris Pratt, menanggapi kritik pecinta waralaba tentang kurangnya pengisi suara berkarakter Italia di film tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Aktor Chris Pratt membalas kritikan yang banyak ditujukan terkait keterlibatan dirinya dalam Super Mario Bros Movie yang dirilis 5 April 2023. Sebagian besar protes keras yang muncul dari penggemar dikarenakan kurangnya pengisi suara film yang berciri khas Italia.

Dalam wawancara belum lama ini dengan Extra, Pratt, yang mengisi suara di balik peran tituler film tersebut menyarankan agar para penggemar waralaba untuk menonton filmnya terlebih dulu. Setelah itu, baru penggemar bebas berbicara dengannya.

Baca Juga

"Saya yakin Anda melihat filmnya, sejujurnya, saya pikir Anda malah mungkin perlu menontonnya dua kali," kata Pratt, seperti dikutip dari laman People, Ahad (2/4/2023).

Komentar Pratt muncul setelah ada banyak keluhan dari penggemar. Aktor John Leguizamo, pemeran Luigi dalam iterasi teatrikal franchise game tahun 1993, juga mengkritik pemeran aktor dalam film mendatang dari Illumination.

Sementara itu, Pratt mengaku bahwa dia tentu mengerti jika Super Mario ataupun Nintendo memiliki "basis penggemar yang penuh gairah". Pemain film Jurassic World itu juga merasa telah menjadi bagian dari basis penggemar.

"Saya mengerti, saya bagian dari itu. Ini adalah soundtrack untuk masa muda Anda," kata dia.

Pratt memahami bahwa penggemar tidak ingin ada seseorang yang tiba-tiba datang menghancurkan film Super Mario Bros. Penggemar mungkin merasa tidak layak jika harus mengeluarkan uang untuk itu.

Pratt sepenuhnya memahami kecemasan itu. Penggemar tidak ingin hal buruk terjadi.

Ada begitu banyak hati dan jiwa dalam pikiran yang didedikasikan untuk memastikan itu tidak terjadi. Pratt menyebut bahwa film tersebut berdasarkan waralaba yang diluncurkan dengan arcade klasik Mario Bros tahun 1983 dan juga sistem hiburan Nintendo tahun 1985 Super Mario Bros.

"Ini sangat menjanjikan untuk apa yang dapat kita nantikan selama 10 tahun ke depan seluruh dunia dari jenis film ini. Mereka sangat bernostalgia, sangat menyenangkan," ungkap Pratt.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement