Jumat 31 Mar 2023 05:45 WIB

Dokter Paru: Penyakit TB Bisa Sembuh dengan Berobat Teratur

Penyakit TB bisa disembuhkan apabila bisa didiagnosis dengan cepat.

Tenaga kesehatan mengatur tubuh pasien saat akan dilakukan rontgen thorax.
Foto: ANTARA/Fauzan
Tenaga kesehatan mengatur tubuh pasien saat akan dilakukan rontgen thorax.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan Dr dr Fathiyah Isbaniah, SpP(K), MPd, Ked, mengatakan, pada prinsipnya TB bisa sembuh asalkan diketahui lebih cepat dan pasien berobat teratur. Fathiyah yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu mengatakan pengobatan pasien TB juga dapat mencegah dia menularkan penyakit akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis itu pada orang lain.

Bakteri umumnya menyerang paru, namun juga bagian tubuh lain seperti perut, kelenjar, tulang dan sistem saraf. Ketika kuman TB bertahan dan berkembang biak di paru-paru, maka ini disebut infeksi TB. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan orang yang terinfeksi bakteri TB memiliki risiko sekitar 5-10 persen mengalami TB.

Baca Juga

Bakteri penyebab TB dapat menyebar saat orang-orang menghirup tetesan kecil dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Menurut Mayo Clinic, tuberkulosis menyebar dengan mudah di tempat orang berkumpul dalam keramaian atau di tempat orang tinggal dalam kondisi padat. WHO mencatat orang dengan TB aktif dapat menginfeksi lima hingga 15 orang lain melalui kontak dekat selama setahun.

"Mereka yang terkena TB biasanya mengalami gejala seperti batuk berdahak selama lebih dari 2 pekan dan terkadang disertai darah apabila ada pembuluh darah yang rusak," katanya, Kamis (30/3/2023).

Menurut Kementerian Kesehatan, gejala lain TB juga meliputi penurunan berat badan, berkeringat pada malam hari, kelelahan, kehilangan selera makan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Fahtiyah menyarankan seseorang yang mengalami gejala semisal batuk agar segera memeriksakan diri ke dokter. 

Nantinya, dokter melakukan pemeriksaan dahak dan foto rontgen. Apabila hasil pemeriksaan positif, maka pasien bisa menjalani pengobatan hingga dinyatakan pulih.

Sebenarnya, gejala yang muncul ini menandakan kondisi sudah lanjut dan ini kebanyakan ditemui pada pasien TB. Berdasarkan Global TB Report 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pada tahun 2021 sekitar 10,6 juta orang terdiagnosis TBC secara global atau naik sekitar 600.000 kasus dibandingkan tahun 2020. Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah kasus TB terbanyak setelah India dengan jumlah kasus sebanyak 969.000.

"Kadang ada juga yang stadium awal yakni saat berkontak dengan pasien positif. Setelah diperiksa, tubuhnya mengandung kuman TB tetapi belum menjadi penyakit dan ini disebut TB laten. Orang ini perlu diobati dengan terapi preventif. Kalau orang yang bergejala sebenarnya sudah lanjut," jelas Fathiyah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement