Ahad 29 Jan 2023 13:05 WIB

Otak Masih Lemot Setelah Sembuh dari Covid-19? Begini Cara Memulihkannya

Otak lemot merupakan bagian dari brain fog, gejala long Covid.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda
Perempuan mencatat hal-hal penting di bukunya. Membiasakan diri terorganisir dapat membantu mengatasi kabut otak.
Foto: Republika/ Wihdan
Perempuan mencatat hal-hal penting di bukunya. Membiasakan diri terorganisir dapat membantu mengatasi kabut otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabut otak atau brain fog menggambarkan sejumlah gejala, seperti konsentrasi yang buruk dan perasaan bingung. Menurut layanan kesehatan nasional di Inggris (NHS), kabut otak yang muncul akibat infeksi SARS-CoV-2 dapat menyebabkan orang jadi lemot alias berpikir lebih lambat dari biasanya, pikiran kabur, pelupa, kehilangan kata-kata, dan kelelahan mental.

"Kabut otak bisa terasa mirip dengan efek kurang tidur atau stres," kata NHS.

Baca Juga

Menurut NHS, bukan hanya penderita Covid-19 yang dirawat di rumah sakit yang dapat mengembangkan kabut otak. Mereka yang menjalani isolasi mandiri juga bisa mengalaminya.

"Itu adalah bagian umum dari long Covid," ujar NHS.

 

Dikutip dari laman Express, Ahad (29/1/2023), dua dokter membagikan beberapa cara mudah untuk meredakan kabut otak akibat long Covid. Dr Anisha Patel menganjurkan orang yang menderita kabut otak untuk mempelajari keterampilan baru agar otak tetap bekerja, contohnya memilih hobi, menjahit, pergi menari, belajar tai chi, mempelajaridan mengerjakan 1.000 potongan puzzle.

"Itu semua akan membantu menjaga otak kita tetap aktif, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan daya ingat," ujar dr Patel.

Di acara bincang-bincang ITV yang tayang pada 19 Januari 2023, dr Patel menyebut membiasakan lebih terorganisir juga dapat membantu mengatasi kabut otak. Cobalah untuk menyusun daftar kegiatan sehari-hari.

"Masukkan tiga atau empat kegiatan dalam daftar. Ketika Anda menyelesaikan daftar itu, beri selamat pada diri sendiri dan buat daftar untuk hari berikutnya," kata dr Patel.

Selain itu, pastikan untuk meletakkan barang-barang di tempat khusus di rumah. Misalnya, kunci dan kacamata. Itu dapat membantu orang mengingat lokasi barang-barang mereka.

Dr Amir Khan yang turut hadir di acara itu menyarankan untuk berhenti merokok. Berhenti merokok akan membantu aliran darah ke otak.

Selanjutnya, cara terbaik untuk membantu meringankan gejala kabut otak adalah mengikuti gaya hidup sehat. "Hindari alkohol, dapatkan berat badan yang sehat... kesehatan secara keseluruhan sangat penting untuk aliran darah ke otak," kata Dr Khan.

Kiat lain yang juga bermanfaat adalah mendapatkan banyak tidur berkualitas. Ini dapat membantu meningkatkan kesehatan otak. Dr Khan menyebut, otak adalah organ, maka dari itu otak perlu makan dan bernapas seperti organ lainnya di tubuh.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement