Rabu 25 Jan 2023 14:50 WIB

Anak Suka Pakai Ponsel Orang Tua tanpa Izin? Begini Cara Mengatasinya

Anak memerlukan batasan soal penggunaan ponsel.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Mendampingi anak menggunakan ponsel (ilustrasi). Bicarakan dengan anak apa yang boleh dan tidak boleh diakses. Tetapkan kata sandi di ponsel sehingga anak tidak dapat menggunakannya saat orang tua tidak ada, atau membuka aplikasi tertentu tanpa izin.
Foto: Republika TV/Surya Dinata
Mendampingi anak menggunakan ponsel (ilustrasi). Bicarakan dengan anak apa yang boleh dan tidak boleh diakses. Tetapkan kata sandi di ponsel sehingga anak tidak dapat menggunakannya saat orang tua tidak ada, atau membuka aplikasi tertentu tanpa izin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang tua khawatir tentang anak-anak yang menggunakan ponsel secara berlebihan. Bahkan, anak yang belum diizinkan memiliki ponsel sendiri sampai terobsesi dan terkadang sembunyi-sembunyi memakai ponsel orang tua tanpa izin.

Faktanya, beberapa anak kecil sangat bergantung pada ponsel sehingga tidak dapat jauh dari ponsel meski beberapa menit saja. Orang tua di masa kini pun mencari cara untuk menjauhkan anak dari ponsel berlebihan atau mencegah anak terus-terusan mengakses gawai.

Baca Juga

Dikutip dari laman Parent Circle, Rabu (25/1/2023), orang tua perlu menyadari efek buruk dari pemakaian ponsel berlebihan pada anak-anak. Dampaknya termasuk masalah perilaku, kecanduan gawai, gangguan tidur, kegemukan, serta masalah perhatian dan pendengaran.

Sistem saraf pun bisa terimbas, selain risiko terpapar gelombang elektromagnetik dan radiasi. Supaya anak tidak terpaku pada ponsel, orang tua bisa mengajak anak bermain di luar ruang.

Tidak perlu jauh-jauh, cukup berjalan-jalan ke taman terdekat agar anak bisa aktif secara fisik. Bisa juga dengan mendaftarkan anak ke klub olahraga setempat. Kesadaran yang tumbuh terhadap lingkungan dapat memicu keingintahuan anak dan membantunya mengembangkan imajinasi.

Membatasi penggunaan ponsel juga akan membantu. Gawai dan ponsel memang sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan, baik itu untuk berkomunikasi, belajar, bekerja, atau hiburan. Sulit untuk benar-benar menjauhkannya dari anak-anak.

Cepat atau lambat, anak akan mulai menggunakan ponsel. Karena itu, beri pengertian pada anak bahwa dia boleh menggunakan ponsel orang tua asalkan menyepakati aturan seputar penggunaannya.

Ada batasan yang bisa ditetapkan oleh orang tua. Misalnya, ponsel tidak boleh digunakan pada waktu makan, jam belajar, waktu tidur, atau saat keluar dan bermain. Kecuali, jika memang ponsel dipakai untuk aktivitas sekolah daring.

Bicarakan dengan anak apa yang boleh dan tidak boleh diakses. Pasang kata sandi di ponsel sehingga anak tidak dapat menggunakannya saat orang tua tidak ada, atau membuka aplikasi tertentu tanpa izin.

Perlu diingat bahwa orang tua perlu memberikan contoh yang baik. Jika tidak mau anak selalu terpaku pada ponsel, orang tua pun sebaiknya tidak menghabiskan waktu berlebihan mengakses ponsel. Namun, jika profesi menuntut penggunaan ponsel dengan intensitas tinggi, jelaskan pada anak.

Meskipun sebagian besar orang tua menjalani kehidupan yang sangat sibuk, penting untuk meluangkan waktu untuk menjalin ikatan dengan anak-anak. Bermain bersama atau melibatkan anak dalam aktivitas seperti memasak atau berkebun akan membuatnya merasa dihargai.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement