Kamis 19 Jan 2023 06:26 WIB

Nikuplus Jadi Inovasi Pangan Penstabil Daging

Nikuplus menjadi solusi sebagai meat improver dengan harga terjangkau.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Daging sapi di supermarket. Ajinomoto meluncurkan produk Nikuplus, bahan tambahan pangan campuran penstabil daging yang dapat meningkatkan tekstur daging serta stabil selama empat jam penyimpanan.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Daging sapi di supermarket. Ajinomoto meluncurkan produk Nikuplus, bahan tambahan pangan campuran penstabil daging yang dapat meningkatkan tekstur daging serta stabil selama empat jam penyimpanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebutuhan industri hotel, restoran, dan katering (Horeca) Indonesia akan inovasi bahan tambahan pangan guna mempermudah proses produksi meningkat dari tahun ke tahun. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) melalui Horeka Department baru-baru ini meluncurkan produk bahan tambahan pangan campuran penstabil daging, Nikuplus.

Head of Horeca Department PT Ajinomoto Indonesia Ryo Nakamura menjelaskan produk Nikuplus merupakan bahan tambahan pangan campuran penstabil daging yang dapat meningkatkan tekstur daging serta stabil selama empat jam penyimpanan. Nikuplus dapat diaplikasikan pada berbagai jenis daging seperti ayam, bebek, sapi, dan kambing. Produk ini juga mudah diaplikasikan sesuai dengan kebiasaan memasak di dapur.

Baca Juga

"Ajinomoto melihat banyak masyarakat Indonesia setiap harinya mengkonsumsi berbagai macam protein hewani sebagai menu utama. Selain itu, tingginya permintaan pada industri food service, membuat produk Nikuplus menjadi solusi sebagai meat improver karena sangat praktis digunakan dengan harga yang cukup terjangkau,” ujar Ryo Nakamura, Selasa (17/1/2023).

Ia menjelaskan produk ini juga dapat dikombinasikan dengan bumbu lain tanpa merubah rasa dan dapat diaplikasikan dengan mudah pada proses marinasi atau ungkep. Produk ini bisa didapatkan di distributor rekanan Ajinomoto, supermarket grosir, serta e-commerce official store Ajinomoto Indonesia seperti Shopee dan Tokopedia.

Ahli Gizi dan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Jakarta, Nazhif Gifari, S.Gz, M.Si mengatakan para pelaku bisnis di industri food service atau horeka juga perlu mementingkan sisi kesehatan dalam mengkreasikan menu makanan atau produk-produk yang dihasilkan, selain tentunya cita rasa yang lezat.

“Selain mengutamakan cita rasa yang lezat dalam makanannya, baiknya para pelaku bisnis di industri food service atau horeka memang disarankan mengikuti juga anjuran Kemenkes RI terkait pembatasan penggunaan gula, garam, lemak pada produk-produk dan kreasi menu makanannya,” ucap Nazhif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement