Selasa 03 Jan 2023 01:51 WIB

Peran Ayah dalam Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Ayah tentunya memiliki peranan penting untuk pengelolaan keuangan rumah tangga.

Rep: Desi Susilawati/ Red: Muhammad Hafil
Peran Ayah dalam Manajemen Keuangan Rumah Tangga. Foto: Rencanakan keuangan keluarga sejak dini/ilustrasi
Foto: bankonyourself.com
Peran Ayah dalam Manajemen Keuangan Rumah Tangga. Foto: Rencanakan keuangan keluarga sejak dini/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pakar Perencanaan Keuangan dan CEO Finante.id, Rista Zwestika CFP®, mengajak seluruh ayah untuk membangun praktik pengelolaan keuangan keluarga yang bersinergi dan suportif. Menurutnya, sebagai kepala keluarga, ayah tentunya memiliki peranan penting untuk mendampingi ibu dalam melakukan perencanaan, pengelolaan, serta evaluasi keuangan keluarga.

"Kolaborasi yang intensif dan kontinu antara ayah dan ibu dalam menjalankan peran menteri keuangan keluarga menghasilkan kondisi keuangan rumah tangga yang lebih sehat," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Senin (2/1/2022).

Baca Juga

Ia berbagi kiat bagi para ayah agar semakin kompak mengelola keuangan keluarga bersama ibu.

1. Berikan kesempatan untuk perluas wawasan

Meningkatkan kapasitas diri dan wawasan tentang cara mengelola keuangan keluarga dengan tepat tentunya sangat dibutuhkan. Dengan adanya perkembangan zaman, literasi finansial atau pengetahuan dan keterampilan mengatur keuangan keluarga juga perlu terus diperbarui

Rista menambahkan saat ibu menjalankan peran sebagai menteri keuangan keluarga, kemauan untuk belajar tentang pengelolaan keuangan terkadang tidak dapat dilakukan ibu secara konsisten karena sudah disibukkan dengan berbagai tugas lainnya di rumah. Padahal, literasi finansial yang mumpuni menjadi pendorong kepercayaan diri dalam menjalani peran mengelola keuangan keluarga.

"Sebagai bentuk dukungan bagi ibu, ayah dapat menjadi fasilitator bagi ibu untuk terus belajar lebih, misal dengan mendorong ibu untuk ikut kelas-kelas digital, menyediakan buku atau referensi yang relevan di rumah, serta memberikan keleluasaan bagi ibu untuk mengeksplorasi kehidupan komunitas dan membangun jaringan,” saran Rista.

2. Samakan prinsip dan libatkan diri secara aktif

Walaupun ayah dan ibu merupakan dua individu yang memiliki nilai dan prinsip masing-masing, namun keduanya tetap harus menanamkan perspektif yang sejalan tentang manajemen keuangan keluarga.

Ayah dan ibu bisa saling berbagi tugas di rumah. Misal, saat ibu lebih banyak terlibat dalam pencatatan pengeluaran harian atau membagi anggaran keuangan bulanan, inisiatif ayah untuk terlibat dalam perencanaan keuangan keluarga akan sangat membantu ibu.

"Ayah bisa mendukung dalam hal lain, seperti menentukan skala prioritas jangka panjang, manajemen penghasilan, serta menyusun tujuan finansial keluarga," ujarnya.

Tak lupa, selalu apresiasi effort yang diberikan pasangan. Pada akhirnya, keuangan keluarga yang sehat tentunya adalah hasil pencapaian bersama ayah dan ibu sebagai tim.

3. Sama-sama manfaatkan teknologi untuk permudah kebutuhan

Dalam praktiknya, peran menteri keuangan keluarga selalu menyertai berbagai aktivitas lain ibu setiap harinya. Sebagai contoh, saat belanja kebutuhan harian dan menentukan menu masakan bagi keluarga, ibu harus melakukan kalkulasi akan pengeluaran yang dibutuhkan. Saat menggunakan alat elektronik, ibu juga bukan hanya perlu mempertimbangkan harga beli, namun juga tagihan listrik yang kemungkinan akan meningkat.

Dengan segala kesibukan ibu di rumah, fitur teknologi yang dapat diadopsi untuk kebutuhan transaksi keuangan akan sangat membantu ibu menjalankan peran sebagai menteri keuangan keluarga. Bersama ibu, ayah dapat menentukan teknologi finansial yang sesuai dengan keperluan.

“Mengadopsi layanan pembayaran digital juga mendukung pengelolaan keuangan keluarga yang lebih baik dengan pencatatan transaksi yang detail dan terperinci, akun yang aman dan personal,” pungkas Rista.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement