Selasa 25 Oct 2022 20:20 WIB

Pakar Oxford: SARS-CoV-2 Penyebab Gelombang Awal Pandemi Sudah Memudar, Jadi Lebih Ringan

Virus penyebab gelombang pertama Covid-19 bisa membuat orang alami pneumonia.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda
Covid-19 (ilustrasi). Tidak seperti SARS-CoV-2 asli yang mengusik di awal pandemi, varian omicron mendatangkan gejala yang tidak terlalu parah.
Foto:

Selama masa terburuk dalam pandemi di Inggris, tepatnya saat musim libur Natal 2020, lebih dari 34 ribu orang dirawat di rumah sakit dan sekitar 4.000 lainnya masuk dalam perawatan intensif. Gelombang terbaru memuncak dengan 10.500 pasien rumah sakit, sebanyak dua pertiga di antaranya dirawat karena kondisi selain Covid-19, dan hanya 220 dalam perawatan intensif.

"Anda akan mendapatkan orang tua yang lemah dirawat di rumah sakit dan saya pikir vaksin adalah cara yang baik untuk mengurangi risiko itu," ujar Prof Bell.

National Health Service (NHS) di Inggris kini telah meluncurkan lebih dari 10 juta dosis booster untuk mengadang omicron demi mencegah gelombang musim dingin yang mematikan. Vaksin yang diperbarui adalah kunci untuk menjaga orang tua yang berisiko tinggi tidak sampai sakit parah.

Direktur vaksin NHS Inggris, Steve Russell, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong semua orang yang memenuhi syarat yang belum menerima tawaran booster Covid atau suntikan flu untuk mendapatkannya. Itu penting di tengah ancaman twindemic dari kedua virus yang beredar musim dingin ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement