Jumat 02 Sep 2022 16:53 WIB

Salah Simpan Pakaian Rajut Bisa Bikin Melar, Ini Tipsnya

Cara yang salah menyimpan pakaian rajut bisa membuat baju cepat melar.

Cara yang salah menyimpan pakaian rajut bisa membuat baju cepat melar.
Foto: www.pxhere.com
Cara yang salah menyimpan pakaian rajut bisa membuat baju cepat melar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakaian rajut atau knitwear merupakan salah satu jenis pakaian yang banyak digandrungi masyarakat karena bahannya lembut dan elastis sehingga nyaman saat digunakan. Namun, Anda perlu betul-betul memperhatikan perawatan yang tepat saat memiliki pakaian rajut. Perawatan yang salah akan membuat pakaian rajut menjadi cepat rusak dan tak cantik lagi.

Pemilik brand fesyen Gonegani, Khairul Gani, memberikan tips agar pakaian rajut tidak mudah rusak dan tetap cantik dalam waktu yang lama. Pertama, jangan mencuci pakaian rajut menggunakan mesin cuci,

Baca Juga

"Knitwear itu kan benang yang dirajut. Kalau kita pakai mesin cuci, nanti pakaiannya akan melar jadinya," kata Gani saat bertemu media di Jakarta, Kamis (1/9/2022).

Gani menambahkan, pakaian rajut juga tak boleh sering dicuci. Pasalnya, air yang terserap ke dalam baju saat proses mencuci dan menjemur juga akan membuat pakaian melar.

"Kalau sering dicuci, waktu dijemur kan airnya juga masih ada di dalam knit-nya, sehingga ini juga akan bikin melar," ujar Gani.

Saat mencuci pun tak bisa sembarangan. Jika benar-benar diperlukan untuk merendam pakaian rajut, usahakan jangan terlalu lama. Pakaian rajut juga tak perlu disetrika.

Kemudian, Gani juga menyarankan untuk tidak menyimpan pakaian rajut dengan cara dilipat, bukan digantung. Menyimpan dengan cara menggantung juga akan membuat pakaian melar karena pasti ada bagian yang tertarik oleh gantungan pakaian.

"Usia knitwear ini tergantung individu kita. Ada yang punya knitwear bertahun-tahun, puluhan tahun, enggak ada perubahan apa-apa. Jadi tergantung dengan cara kita merawatnya karena knitwear ini pakaian spesial, perawatannya harus super hati-hati," tutup Gani.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement