Rabu 31 Aug 2022 00:39 WIB

Cara Memilih Sepatu yang Nyaman Ala Pesepak Bola Ryuji Utomo

Mencintai sepak bola sejak kecil membuatnya peduli dengan yang dipakai di kakinya.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Pesepak bola Persija Jakarta Ryuji Utomo Prabowo memberikn tips memilih sepatu yang nyaman. (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Pesepak bola Persija Jakarta Ryuji Utomo Prabowo memberikn tips memilih sepatu yang nyaman. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemain Timnas U-19 dan U-23 yang juga bergabung dengan Arema, Ryuji Utomo, memiliki cara tersendiri untuk membangkitkan rasa percaya dirinya. Menjalani aktivitas bersama timnya di Liga Indonesia, Ryuji bercerita bahwa style dan kenyamanan membuatnya selalu percaya diri.

Mencintai sepak bola sejak kecil, membuatnya peduli dengan apa yang dipakai di kakinya. Style dalam memilih sepatu, menjadi awal tumbuhnya keyakinan pada dirinya. “Kenyamanan sama style harus bersinergi, karena pede (percaya diri) harus se-tone sama kenyamanan,” ujar Ryuji.

Baca Juga

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (30/8/2022), suami dari Shabrina Ayu itu memaparkan beberapa tips versi dirinya dalam memilih sepatu, dengan memberikan contoh salah sepatu yang didesain olehnya sendiri bersama Ortuseight.

Dari segi warna, untuk memberi kesan standout dan sporty, Ryuji menyarankan pemilihan warna dasar abu-abu dengan sedikit sentuhan acid lime atau hijau terang agar terkesan lebih eksentrik. “Pemilihan warna dasar grey itu karena saya rasa sangat versatile ya, oke buat casual sekaligus formal,” ujarnya.

 

Selain itu, Ryuji juga sangat memperhatikan teknologi yang ada pada sepatu. Misalnya sepatu dengan teknologi QuickFit, biasanya terdapat di bagian upper sepatu dengan material pelapis dalam upper sepatu yang lembut, agar fitting sepatu pas dan langsung mengikuti bentuk kaki pemakai.

QuickFit membuat sepatu terasa nyaman ketika digunakan bahkan pada pemakaian pertama tanpa butuh penyesuaian terlebih dahulu. Jadi, bagian upper badan sepatu secara cermat menginjeksi sisi fungsionalitas pada DNA sepatu, sehingga harus mengutamakan kenyamanan tanpa mengurangi sisi estetis.

Kemudian teknologi OrtShox pada bagian sockliner juga penting, di mana OrtShox adalah insole yang didesain dengan teknologi 3D molded, untuk memberikan kenyamanan dan grip pada telapak kaki agar pemakainya bisa memberikan gerakan-gerakan spontan.

OrtShox ini akan mendukung aktivitas dan gaya hidup pemakainya yang selalu aktif selama 24 jam secara maksimal. Ini juga memungkinkan pemakainya bertransisi dengan mulus dari pagi ke malam sepanjang hari, ketika performa tetap nyata tanpa mengorbankan kinerja, visual, atau kenyamanan.

Ketika sepatu dipakai berjalan, maka tumpuan kaki akan terkonsentrasi di bagian tumit, di mana getaran langsung mengangkat ke lutut. Jika bantalan sneakers pendek dan keras apalagi jika sepatu tidak bertumit, akan tidak nyaman jika tidak ada fungsi peredam.

Oleh karena itu, Ryuji mengatakan penting memilih sepatu yang memiliki fungsi peredam yakni CumulusFoam, yang merupakan salah satu ortus technology favorit untuk seri footwear. CumulusFoam adalah midsole berbahan injection phylon yang sangat empuk, sekaligus ringan yang memberikan kenyamanan luar biasa bagi pemakainya, serasa berjalan di atas awan.

Teknologi itu juga mampu meredam benturan kaki ke permukaan tanah sehingga mencegah cedera lutut. Sepatu juga harus dilengkapi rubber di bagian bawah agar tidak licin dan abrasinya lebih kuat. Agar mesh tidak panas karena berpori-pori, maka harus cari sepatu dengan mesh agak rapat agar tidak cepat kotor, kemudian di-layer dengan PU agar lebih menarik dan bentuknya lebih nyaman di kaki.

Dengan semua tips itu, Ryuji juga menggaungkan semangat mendukung jenama lokal. Ryuji ingin jenama lokal menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, dan masyarakat bangga memakai jenama lokal.

Ryuji juga memiliki pandangan bahwa tren anak muda sekarang sangat kreatif karena akses untuk mendapatkan referensi fashion semakin mudah dan banyak. Anak muda juga bangga dan secara komunal mau menggunakan jenama lokal sehingga membuat jenama lokal terus berkembang dan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang.

Fashion represent diri kita dan represent satu generasi, jadi kalau generasi kita bangga represent jenama lokal, itu hal yang luar biasa karena bisa dibilang kita punya jati diri kita sendiri,” kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement