Kamis 18 Aug 2022 17:45 WIB

Habis Kontrak dengan Sony Music, Superman Is Dead Kembali Jadi Band Indie

Superman Is Dead menghasilkan dua album saat bersama Sony Music.

Terpidana I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) bertemu dengan rekannya I Made Putra Budi Sartika alias Bobby Kool (kanan) dan I Made Eka Arsana alias Eka Rock (kiri).
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Terpidana I Gede Ari Astina alias Jerinx (tengah) bertemu dengan rekannya I Made Putra Budi Sartika alias Bobby Kool (kanan) dan I Made Eka Arsana alias Eka Rock (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grup musik punk rock Superman Is Dead (disingkat SID) pada Kamis (18/8/2022), bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-27, mengumumkan mereka kembali independen dan telah menyelesaikan kerja sama dengan label Sony Music Indonesia. SID terbentuk pada 18 Agustus 1995 dan sejak itu merilis tiga album secara independen antara lain "Case 15" (1997), "Superman Is Dead" (1998), dan "Bad Bad Bad" (2002).

Grup ini kemudian bergabung dengan label mayor Sony Music dan menelurkan enam buah album sejak 2003 dimulai dengan album "Kuta Rock City" hingga "Tiga Perompak Senja" (2018). Selain itu, SID juga pernah mengeluarkan album format vinyl di bawah naungan Sony Music berjudul "The Early Years, Blood, Sweat and Tears" (2012) yang berisi lagu-lagu terbaik mereka.

Baca Juga

"Ya, kembali ke indie lagi. Kami rencananya mudah-mudahan bisa membentuk manajemen baru untuk ke mana nanti SID harus dibawa," kata Bobby Kool, gitaris yang merangkap vokalis SID, saat media gathering dari Bali yang diikuti secara virtual pada Kamis.

Lebih lanjut, Bobby menjelaskan bahwa alasan SID kembali lagi menjadi independen karena kontrak dengan Sony Music telah berakhir. Langkah selanjutnya, SID berencana untuk membangun manajemen sendiri.

"Dan kami juga banyak juga belajar (saat kami) di major label. Banyak sekali belajar. (Setelah kontrak selesai) apakah kami harus masuk ke major label lagi, dan di situ kami putuskan untuk tidak lagi masuk ke major," kata Bobby.

Jerinx menambahkan keputusan untuk kembali independen akan membawa banyak perubahan di tubuh SID, termasuk secara bisnis hingga pengelolaan sistem.

"Pokoknya akan ada perubahan besar dari SID tahun ini karena banyak adaptasi dengan bisnis musik sekarang. Dan aspek lain di luar musik itu akan kami gabungkan jadi satu, jadi di bawah satu pintu semuanya," ujarnya.

Mengakhiri kerja sama dengan Sony Music, SID akan meluncurkan video klip berjudul "Tentang Tiga" berisi kisah perjalanan ketiga personel. Video terakhir di bawah naungan Sony Music itu rencananya akan ditayangkan melalui saluran resmi YouTube SID.

Music Video Director Erick Est mengatakan ide pembuatan video klip tersebut sebetulnya sudah direncanakan sejak lama sekitar tahun 2020. Ia menjelaskan isi video seperti dokumentasi atau rangkuman kisah tiga personel SID.

Menurut Erick, tantangan terbesar membuat video "Tentang Tiga" adalah mengubah format rekaman mentah yang masih tersimpan dalam kaset menjadi bentuk digital. Kaset tersebut diberikan oleh SID kepada Erick, berisi momen ketika tiga personel melakukan kegiatan bersama-sama.

Setelah lepas dari Sony Music, SID juga berencana untuk menelurkan karya baru yang direkam oleh Jerinx selama ditahan di penjara. Bobby mengatakan lagu baru mereka akan masuk dalam tahap mixing.

Karya tersebut, imbuh Jerinx, juga akan dibuat dalam bentuk video klip dan telah ada pihak yang akan mendukungnya. Menurutnya, karya baru SID akan menjadi karya pertama di dunia yang rekamannya dibuat di dalam penjara.

"Kalau yang bikin klip di penjara ada, Metallica, Johnny Cash. Tapi untuk rekaman itu yang belum ada," ujar Jerinx.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement