Kamis 28 Jul 2022 06:18 WIB

Waspada, Cuaca Panas Ekstrem Bisa Sebabkan Risiko Kesehatan yang Cukup Mengkhawatirkan

Dampak cuaca panas ekstrem bagi kesehatan bahkan bisa mengancam jiwa.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
Dampak cuaca panas ekstrem bagi kesehatan bahkan bisa mengancam jiwa.
Foto: AP Photo/Jon Chol Jin
Dampak cuaca panas ekstrem bagi kesehatan bahkan bisa mengancam jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cuaca panas bisa memicu terjadinya kondisi seperti heat exhaustion dan heatstroke. Kedua kondisi ini bisa memunculkan gejala yang sangat mengganggu dan bahkan mengancam jiwa.

Heat exhaustion atau kelelahan yang muncul akibat paparan suhu tinggi bisa memunculkan gejala seperti merasa akan pingsan, sakit kepala, gemetar, dan haus. Heat exhaustion bisa mengenai siapa saja dan umumnya bukan kondisi yang serius. Orang yang mengalami heat exhaustion disarankan mendapatkan pendinginan dalam kurun waktu 30 menit.

Baca Juga

Heatstroke merupakan kondisi yang lebih serius. Heatstroke terjadi ketika suhu inti tubuh meningkat hingga mencapai di atas 40,6 derajat Celsius atau 105 derajat Fahrenheit. Heatstroke tergolong sebagai kedaruratan medis yang bisa memicu kerusakan organ jangka panjang dan kematian. Beberapa gejala Heatstroke adalah napas cepat, kebingungan, kejang, dan mual.

Studi dari The Lancet memprediksi bahwa ada kurang dari setengah juta kasus kematian per tahun di dunia akibat cuaca panas. Data ini belum mencakup data dari banyak negara berpendapatan rendah. Meski begitu, angka prediksi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan angka kasus kematian akibat cuaca dingin.

 

Siapa yang Berisiko?

Sebagian kelompok cenderung lebih berisiko untuk mengalami heat exhaustion dan heatstroke. Kelompok yang lebih berisiko ini antara lain bayi kecil, lansia, orang yang aktif bergerak, dan dan orang yang sering terpapar sinar matahari seperti tunawisma.

Orang yang mengidap penyakit tertentu, seperti penyakit pernapasan, diabetes, atau penyakit kardiovaskular juga lebih berisiko mengalami heat exhaustion atau heatstroke. Sebaliknya, cuaca panas juga bisa memperburuk penyakit-penyakit tersebut.

"Ketika Anda melihat cuaca yang panas seperti hari ini, ada kemungkinan muncul lonjakan kematian di semua kelompok penyakit ini," ungkap ahli epidemiologi lingkungan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Shakoor Hajat, seperti dilansir Fox News, Kamis (28/7/2022).

 

Risiko Lain dari Cuaca Panas

Ketika gelombang panas terjadi, polusi udara cenderung mengalami peningkatan yang dapat membawa dampak merugikan bagi kesehatan. Jarang disadari pula, cuaca panas bisa memicu terjadinya kelahiran bayi prematur dan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah.

Tak hanya itu, dosen lingkungan dari University of Oxford, Lawrence Wainwright, mengungkapkan bahwa cuaca panas tampak berkaitan dengan kesehatan mental. Menurut Wainwright, angka bunuh diri dan masalah kesehatan mental sering meningkat selama gelombang panas.

 

Yang Bisa Dilakukan

Di tengah cuaca yang sangat panas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari berbagai risiko masalah kesehatan. Salah satunya adalah mencari tempat berteduh yang sejuk, menghindari pengerahan tenaga atau aktivitas berlebih, dan banyak minum. Jangan lupa untuk mengecek kondisi keluarga yang berisiko secara berkala.

Waspadai pula gejala-gejala heatstroke Bila mendapati adanya gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis ke rumah sakit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement