Rabu 27 Jul 2022 13:28 WIB

Sandi: Pesona Puncak Tigarihit Danau Toba yang Penuh Warna-warni

Danau Toba adalah salah satu keajaiban alam menjadi danau terluas di dunia.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, untuk meningkatkan kualitas Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit ada empat hal yang harus diperhatikan.
Foto: Istimewa
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, untuk meningkatkan kualitas Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit ada empat hal yang harus diperhatikan.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMALUNGUN -- Tigarihit termasuk satu dari 50 besar desa wisata terbaik versi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Desa yang terletak di Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), tersebut terkenal dengan Puncak Tigarihit yang berada di bibir Danau Toba. 

Ada empat hal yang menjadi perhatian Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno untuk meningkatkan kualitas Desa Wisata Kampung Warna Warni Tigarihit. Pertama kesiapan infrastruktur yang belum optimal. 

"Oleh karena itu, kita bersama mitra strategis BCA berkolaborasi dengan pihak terkait akan memberikan bantuan cat," ujar dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Rabu (27/7/2022). 

Kedua, kata Sandi, pengelolaan air yang belum didukung penataan drainase yang baik. Ketiga fasilitas WiFi belum maksimal. Karena itu, Menparekraf bersama BCA dan Telkomsel akan meningkatkan kualitas fasilitas tersebut. Dan keempat, homestay yang juga perlu ditingkatkan.

”Kami yakin masyarakat membutuhkan dukungan pemerintah dan dunia usaha agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan membuka peluang usaha serta lapangan kerja,” kata Sandi dalam sambutannya  didampingi Wakil Bupati Simalungun Zonny Wali saat mengunjungi Desa Tigarihit, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, Sumut.

Zonny Wali mengatakan, Desa Wisata Tigarihit adalah kampung yang berada di bibir Danau Toba dan berada di bawah lereng. Keunikan kampung ini, kata dia, terletak pada rumah warga yang tersusun vertikal dan dicat warna-warni, mengadopsi ide Kampung Warna Warni Semarang dan pemukiman bersusun ala Brasil. 

"Untuk menuju Tigarihit pelancong harus menempuh jarak 78 km atau sekitar 1 jam 57 menit dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Bicara potensi alam, destinasi ini tak perlu diragukan. Bahkan keindahannya telah terkenal dunia," ujarnya. 

Dia mencontohkan, Danau Toba adalah salah satu keajaiban alam, karena diperkirakan terbentuk oleh letusan dahsyat gunung api, Gunung Toba yang terjadi puluhan ribu tahun silam. Dengan luas sekitar 1.145 kilometer persegi dan kedalaman 450 meter, danau vulkanik ini menjadi danau terluas di dunia. 

Sementara wisata buatannya ada Puncak Tigarihit yang berada di ketinggian hingga 1.200 mdpl, dan berada di bibir Danau toba, membuat Kampung ini memiliki banyak spot menarik untuk menikmati panorama Danau Toba yang indah, serta menikmati matahari tenggelam dan rembulan. Kemudian ada Kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat yang diklaim menjadi salah satu lokasi terbaik untuk bisa menikmati panorama pemandangan Danau Toba di Parapat. "Kawasan ini masih dalam wilayah Kelurahan Parapat," katanya.

Sementara potensi seni dan budaya, ada TorTor Dihar. Itu adalah seni bela diri yang berasal dari daerah Simalungun. Memiliki sikap dasar gerakan yang tidak arogan atau tidak menunjukkan kesombongan serta menunjukkan bahwa masyarakat Simalungun memiliki pertahanan yang kuat. 

"Kemudian, ada Tari Tor-Tor Sombah yang merupakan tarian penghormatan bagi raja atapun tamu besar maupun rombongannya. Tarian ini biasa diiringi dengan alat musik gendang," ujarnya.

Sandi pun mengungkapkan, Kemenparkraf/Baparekraf baru saja menyelesaikan pembangunan Pantai Bebas dan Ruang Terbuka Prapat. ”Kita segera akan melakukan pengelolaan yang melibatkan semua pihak. Tapi, masyarakat mohon didik untuk menjaga toiletnya agar bersih agar bisa berdampak pada masyarakat,” ujar Sandi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement