Senin 18 Jul 2022 17:58 WIB

Puncak Kasus Subvarian Omicron Diprediksi pada Pekan Ini, Capai 20.000 Kasus per Hari

Kasus subvarian Omicron diprediksi akan naik hingga pekan keempat Juli.

Warga memadati area Jalan Sudirman untuk berolahraga dan melakukan beragam aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga memadati area Jalan Sudirman untuk berolahraga dan melakukan beragam aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono memperkirakan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia melampaui gelombang puncak pada pekan ini. "Mudah-mudahan ke depan kasus menurun dan tidak tinggi lagi, karena peningkatan kasus BA.4 dan BA.5 ini sepertiga Omicron," kata Dante Saksono Harbuwono saat menghadiri agenda Penyerahan Kepres No 65/P Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antarwaktu Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan di Gedung Kemenko PMK di Jakarta, Senin (18/7/2022).

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan memprediksi puncak kasus COVID-19 di Indonesia berada pada angka sekitar 20.000-an kasus per hari yang terjadi pada pekan kedua sampai keempat Juli 2022. Berdasarkan data Kemenkes, sebanyak 81 persen kasus COVID-19 di Indonesia adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Baca Juga

Dante mengatakan, puncak gelombang kasus tersebut diprediksi terjadi pada Sabtu (16/7). Kasus aktif pada hari itu bertambah 1.621 kasus, sehingga total menjadi 26.594 kasus, sedangkan laju kasus terkonfirmasi positif bertambah 4.329 pasien.

Angka itu meningkat dua kali lipat sejak akhir Juni 2022 yang saat itu mencapai 2.000-an kasus per hari.Pada Ahad (17/7), laju kasus aktif menurun ke angka 956 kasus, sehingga total menjadi 27.550 kasus dengan laju kasus terkonfirmasi positif 3.540 pasien.

"Semua slide sempat meningkat, tapi masih dalam kondisi 10 persen dari kasus tertinggi bulan lalu. Kami perkirakan sudah sampai di puncaknya," katanya.

Dante mengatakan, kasus tertinggi saat ini sedang memuncak di Provinsi DKI Jakarta dengan tingkat transmisi atau penularan COVID-19 sudah mencapai Level 3, sementara transmisi secara keseluruhan untuk Indonesia masih di Level 1.

"Mudah-mudahan Jakarta sebentar lagi melandai, walau kasusnya masih meningkat, tapi tipis-tipis lah meningkatnya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement