Rabu 23 Mar 2022 04:50 WIB

Ngaku Healing ke Gunung Tapi Banyak yang Suka Nyampah

Bawa pulang sampah sudah menjadi etika ketika naik gunung.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih
Mendaki Gunung
Foto: Pixabay
Mendaki Gunung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mendaki gunung tampaknya sedang menjadi salah satu kegiatan luar yang digandrungi banyak orang. Data konsumen EIGER Adventure menunjukan healing merupakan salah satu alasan utama konsumen EIGER pergi mendaki gunung.

Sayangnya, kecintaan terhadap kegiatan pendakian tidak sejalan dengan kondisi gunung-gunung saat ini. Masih banyak oknum pendaki yang tidak bertanggung jawab dengan meninggalkan banyak sampah di gunung. 

Baca Juga

“Sangat disayangkan masih banyak oknum yang pergi ke alam justru merusak alam. Padahal, ‘bawa pulang sampahmu’ sudah menjadi etika dan peraturan tertulis maupun tidak tertulis bagi pendaki,” ujar Senior Advisor EIGER Adventure, Djukardi Adriana, dalam keterangan tertulisnya Senin (21/3/2022).

Menyikapi hal tersebut, EIGER Adventure membentuk tim yang berfokus pada edukasi dan pelatihan. EIGER melakukan berbagai upaya untuk dapat memperluas kesadaran para pendaki terhadap lingkungan. Salah satunya melalui program adopsi gunung yang secara resmi telah dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2022 di Gunung Kembang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. 

 

Dalam pengelolaan Gunung Kembang, EIGER bekerjasama dengan berbagai pihak seperti TNI dan Kepolisian, Basarda, Puskesmas, aparat desa dan masyarakat, penggiat alam terbuka, dan Orapi/RAPI (Organisasi Amatir Radio Indonesia/Radio Antar Penduduk Indonesia). 

Iwan Santoso selaku Ketua Basecamp Gunung Kembang mengatakan program ini dapat menambah keamanan dan kenyamanan kegiatan pendakian. Bukan hanya bersih kawasannya dengan konsep pendakian zero waste (nol sampah), namun juga berdaya pengelolanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement