Senin 14 Feb 2022 17:49 WIB

Busana Sederhana dan Praktis Masih Diminati Tahun Ini

Busana sederhana dan praktis masih disukai perempuan di tahun ini.

Busana sederhana dan praktis masih disukai perempuan di tahun ini.
Foto: Antara/Aprillio Akbar
Busana sederhana dan praktis masih disukai perempuan di tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penata busana selebritas Erich Al Amin berpendapat bahwa tren berbusana dengan nuansa sederhana dan praktis masih diminati oleh banyak orang, terutama perempuan, pada tahun 2022. "White shirt atau kemeja putih misalnya, serta warna-warna seperti emerald green nanti juga akan 'in' pada tahun ini," kata Erich saat konferensi pers virtual pada Senin (14/2/2022).

Ia menilai busana-busana seperti cut off dress, celana kargo, hingga celana kulot juga masih menjadi tren pada tahun ini, terutama disukai oleh kalangan milenial. Selain itu, aksesoris untuk penunjang penampilan seperti tali masker yang unik juga tetap diminati tahun ini mengingat kondisi pandemi masih belum berakhir.

Baca Juga

Sebagai penata busana, Erich juga mengaku lebih menyukai gaya berbusana yang simpel dan praktis. Di zaman sekarang, ujar Erich, perempuan maupun laki-laki juga lebih menyukai penampilan yang klasik serta busana mudah untuk mix and match.

"Mix and match juga tidak harus mahal atau bisa pakai sesuatu yang harganya affordable. Untuk tampil fashionable itu tidak harus pakai sesuatu yang mahal," tutur laki-laki yang pernah menata busana sejumlah selebritas tanah air, seperti Ayu Ting Ting hingga Nindy Ayunda.

Dalam melakukan pekerjaannya sebagai penata busana, Erich mengatakan dirinya memiliki kecenderungan untuk mengeksplorasi gaya berbusana setiap klien. "Aku biasanya akan tanya dulu personality mereka seperti apa, lalu kesukaan mereka sampai referensi gaya busana mereka seperti apa," tuturnya.

Untuk bisa melakukan eksplorasi gaya berbusana, menurut Erich, penata busana serta pemakai busana harus mencari banyak referensi sebagai sumber inspirasi. Meski demikian, eksplorasi berbusana juga sebaiknya tidak memaksakan gaya yang tidak sesuai dengan preferensi atau minat pribadi.

"Kita harus kenali dulu bentuk tubuh kita, selera kita. Jangan memaksakan suatu gaya hanya karena sedang tren. Kita harus mencari yang paling nyaman buat kita," ujarnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement