Jumat 28 Jan 2022 09:49 WIB

Risiko Kematian Dini yang Bisa Dirasakan Setelah Berjalan Santai Keliling Kompleks

Risiko kematian dini dapat ditekan dengan rutin berolahraga.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Jalan kaki (ilustrasi). Kelelahan ekstrem yang dirasakan orang berusia 60 tahun ke atas usai berjalan santai dapat menjadi pertanda tingginya risiko kematian dini.
Foto:

Studi ini menunjukkan bahwa merasa lelah setelah berolahraga tidak secara langsung terkait dengan kematian. Kondisi itu dapat menjadi penanda masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

"Studi kami adalah temuan pertama yang menghubungkan kelelahan fisik ekstrem dengan kematian dini. Sebaliknya, skor yang lebih rendah menunjukkan energi yang lebih besar dan umur yang lebih panjang. Jadi kami harap studi ini memotivasi banyak orang untuk lebih aktif dan rutin berolahraga," kata peneliti studi, dr Nancy Glynn, seperti dilansir The Sun, Jumat (28/1/2022).

Dr Glynn mengatakan, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan olahraga adalah dengan menetapkan tujuan kecil, seperti berjalan kaki secara teratur. Studi ini muncul saat penelitian lain mengungkap bahwa oalhraga rutin setiap hari bisa membantu mencegah kematian.

Para peneliti di National Cancer Institute dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan, jika seseorang rutin berjalan cepat selama 10 menit setiap hari, hampir 111.200 kematian dapat dicegah di Amerika Serikat setiap tahun. Temuan yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine ini didasarkan pada data kematian 4.800 orang yang memakai pelacak kebugaran di awal 2000-an.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement