Jumat 21 Jan 2022 04:15 WIB

Cerita Inspiratif Penerima Professional & Leadership Award 2021 Eddy Yansen

Pemikiran itu pula yang mendorongnya untuk mengabdikan diri sebagai seorang dosen.

Ilustrasi sosok sukses.
Foto: Www.freepik.com
Ilustrasi sosok sukses.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inspirasi bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk dari seorang sosok pengusaha muda seperti Eddy Yansen, yang juga dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO PT. Suryadhamma Investama. 

Tahun lalu, tepatnya pada 24 September 2021, Eddy Yansen menerima Professional & Leadership Award 2021 di The Sultan Hotel Jakarta.

Baca Juga

photo
Eddy Yansen (kanan) - (Dok. Pri)

Sosok pria kelahiran Jambi 36 tahun silam memang tidak bisa dilepaskan dari Suryadhamma, perusahaan konsultan manajemen yang dikelolanya selama lebih dari 10 tahun terakhir. Berawal dari disiplin dan kerja keras pendirinya, Suryadhamma kini bertransformasi menjadi perusahaan konsultan manajemen yang kini beromzet miliaran setiap tahunnya. 

Sebagai perusahaan yang kini fokus pada bidang usaha Digital Transformation (DX) consultation, Eddy mengarahkan Suryadhamma sebagai perusahaan yang memegang teguh modal berupa pengetahuan, kemampuan dan skill set untuk membantu klien-kliennya. 

Pengetahuan memang jadi kiblat utama Eddy dalam membesarkan Suryadhamma, sebuah perusahaan holding yang mengelola banyak anak usaha di berbagai bidang, mulai dari Konsultan Manajemen, IT Solutions, Digital Media, Financial Restaurant dan Ecommerce Trading.  

Menyoal keyakinannya pada kekuatan pengetahuan, Eddy berpendapat banyak orang sering salah kaprah, menganggap lulus SD saja cukup untuk sukses, atau yang paling ekstrim, sekolah sampai ke jenjang pendidikan tinggi tidak ada gunanya. 

“Saya tidak setuju dengan mitos yang mengatakan sekolah tinggi tidak bermanfaat dalam dunia bisnis. Kalau Anda tidak lahir dari keluarga yang mapan secara ekonomi, pendidikan tinggi justru bisa jadi modal yang sangat baik untuk berwiraswasta,” kata Eddy dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (20/1/2022). 

Keyakinan itu dibuktikan Eddy selama lebih dari 10 tahun mengelola Suryadhamma Investama, yang juga dikenal sebagai Bright Corporation. Sederhananya, Suryadhamma jadi sebuah perusahaan yang merefleksikan ideologi Eddy dan keyakinannya akan pentingnya ilmu dalam membangun perusahaan.  

“Di usia SD saya mengalami jadi anak yatim, ditinggal pergi ayah selama-lamanya, lalu saya dan keluarga hidup dalam situasi penuh kekurangan. Tapi kepergian ayah tidak mengecilkan hati saya. Dari situ lantas saya memutuskan untuk memulai perjalanan bisnis di usia 19 tahun.” 

“Saya menanamkan keyakinan di diri saya, menaklukkan diri adalah jalan menuju kesuksesan. Saya ingat ketika SMP saya sering menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari pemrograman komputer, sampai akhirnya saya berhasil membangun proyek pertama web portal klub online game NEXIA.”

“Sebagai portal game, NEXIA sangat populer waktu itu,” kata Eddy sambil tertawa. 

Walau begitu pengalaman Eddy bukan sekadar cerita tentang popularitas NEXIA semata. Eddy menekankan pada pentingnya ilmu sebagai modal terbaik dalam berwiraswasta. 

Pendidikan, menurut Eddy, membantu membangun karakter dirinya, sekaligus jadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang sekitar, termasuk investor.

“Saya mulai berbisnis nyaris tanpa modal, selain mengandalkan kemampuan ilmu dan logika dalam menghasilkan uang. Ilmu pengetahuan jadi pondasi saya untuk terus mengejar pendidikan dan skill sebagai modal utama dalam berbisnis,” kata Eddy lagi.

Cerita mengenai kehidupan Eddy Yansen memberi gambaran tentang betapa pentingnya pendidikan sebagai modal penting dalam berbisnis. 

“Pendidikan dan ilmu tidak bisa dicuri, sementara harta yang kita kumpulkan bisa saja dicuri suatu hari nanti. Dan yang lebih penting, ilmu bisa dibagikan cuma-cuma kepada orang lain, dan saya bisa memberikan manfaat yang lebih besar untuk kehidupan,” lanjut Eddy.

Pemikiran itu pula yang mendorongnya untuk mengabdikan diri sebagai seorang dosen. Eddy yang menempuh pendidikan Doktor Ilmu Manajemen ini memiliki visi untuk mendorong dan menginspirasi anak muda untuk tidak meninggalkan pendidikan ketika membangun bisnis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement